
Pemain Borneo FC Mariano Peralta. (Instagram/marianoperalta.9)
JawaPos.com–Pusamania kini punya sosok idola baru dalam diri Mariano Peralta. Pemain sayap asal Argentina itu langsung membuat Liga 1 Indonesia 2024/25 gempar berkat aksi-aksi individu serta menjadi motor serangan Borneo FC.
Hingga pekan ke-33, Peralta telah menorehkan sembilan gol dari 32 penampilan, sebuah catatan impresif untuk seorang pemain sayap. Selain itu, torehan 14 assist juga menjadikannya pemimpin daftar top assist Liga 1 musim ini.
Penampilan spesial dari Mariano Peralta itu membuatnya mendapatkan ganjaran setimpal. Eks pemain San Lorenzo ini masuk ke dalam tiga nominasi penghargaan Liga 1 musim ini.
Mariano Peralta masuk nominasi pemain terbaik, 11 terbaik, dan gol terbaik di Liga 1 2024/25. Peralta menjadi satu-satunya pemain yang masuk ke nominasi itu di musim ini.
Namanya bersanding dengan pemain-pemain elite seperti Tyronne del Pino (Persib), Egy Maulana Vikri (Dewa United FC), dan Ryo Matsumura (Persija Jakarta). Pengakuan ini menegaskan betapa vital kontribusi Peralta dalam perjalanan Borneo FC musim ini.
Pemilik nama lengkap Mariano Ezequiel Peralta Bauer meniti karir di akademi San Lorenzo, salah satu klub besar Argentina. Menjalani debut profesional di San Lorenzo, kemudian sempat dipinjamkan ke Unión, sebelum berkarir di Uruguay bersama CA Cerro.
Peralta dikenal sebagai winger yang komplet. Cepat, lincah, dan punya visi bermain tajam. Tak jarang, para pemain bertahan lawan kelimpungan untuk menjaga sang pemain ketika sedang membawa bola.
Dia juga mampu menyisir kedua sisi lapangan, membuka ruang, dan mengeksekusi peluang dengan kaki kiri maupun kanan. Tak hanya piawai mencetak gol, dia juga rajin menciptakan peluang matang untuk striker Borneo FC.
Kehadirannya membuat serangan Borneo FC jauh lebih dinamis dan sulit diprediksi. Dia sering menjadi inisiator serangan balik dan penentu di laga-laga besar.
Performa Peralta tak hanya diakui oleh rekan setim, tetapi juga lawan. Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak secara terbuka memuji gol-gol Peralta sebagai salah satu yang paling spektakuler musim ini.
"Golnya fantastik, mungkin dalam satu musim ini gol yang dicetak Mariano Peralta fantastik dan itu bisa saja terjadi," ujar Bojan Hodak usai laga Borneo FC vs Persib Bandung yang berakhir 2-2, di mana Peralta mencetak brace.
"Kami mendapatkan poin dari tim terbaik di liga dan yang ingin saya sampaikan kepada fans bahwa kami ingin memberikan mereka jenis performa tersebut yang membuat mereka bangga seperti hari ini. Itu hal yang kami fokuskan," tegas Peralta.
Musim 2024/25 adalah musim pertamanya di Indonesia bersama Borneo FC. Dia langsung tampil sebagai pemain kunci dengan nilai pasar yang menanjak.
Dengan performa menawannya bersama Pesut Etam sejauh ini, Peralta tentu menjadi pusat perhatian klub lain di Indonesia. Terutama dari klub yang memiliki kekuatan finansial yang kuat.
Borneo FC adalah klub pertama Mariano Peralta di sepanjang kariernya. Sebelumnya, Peralta hanya bermain di kawasan Amerika Selatan, terutama di Argentina dan Uruguay.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
