Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Mei 2025 | 20.33 WIB

PT LIB Anggap Pelemparan Batu Oknum Suporter kepada Bus Persik Kediri Sangat Memalukan: Bukan Cerminan Fair Play! Ardha Ihsan Asyari - 15 May 2025 12:

Kondisi bus pemain Persik Kediri dilempari oknum suporter (kiri) dan kondisi Coach Toyo yang terkena serpihan kaca. (Media Persik)

 

‎JawaPos.com - Insiden pelemparan batu oleh oknum suporter terhadap bus rombongan Persik Kediri pasca laga menghadapi Arema FC di Stadion Kanjuruhan 11 Mei lalu masih menjadi sorotan.

‎Bukannya menjaga ketertiban setelah Stadion Kanjuruhan diizinkan menjadi venue laga resmi, yang ada malah memperlihatkan tindakan anarkis seakan tidak belajar dari tragedi yang pernah terjadi di stadion tersebut.

‎Sebagaimana diinformasikan, pasca laga Arema FC kontra Persik Kediri yang berakhir 0-3 untuk kemenangan tim tamu, terjadi pelemparan batu oleh oknum tak bertanggung jawab pada bus yang membawa rombongan ofisial dan pemain Persik. 

‎Insiden itu terjadi setelah bus Persik keluar dari Stadion Kanjuruhan dan mengakibatkan kaca bus sebelah kiri pecah dan sejumlah ofisial Persik mengalami luka ringan. 

‎Menanggapi hal memalukan itu, pihak Liga Indonesia Baru sebagai penyelenggara kompetisi Liga 1 mengecam keras insiden tersebut.

‎“Kami sangat menyesalkan insiden tersebut. Bagi kami, itu sangat memalukan. Sejak awal kami selalu mengimbau kepada semua pihak agar selalu menjunjung sikap tinggi fair play dan respek. Kita semua adalah saudara,” sebut Direktur Operasional PT LIB, Asep Saputra, seperti dikutip dari laman Liga Indonesia Baru.

‎Pihak LIB juga meminta kepolisian mengusut kasus pelemparan batu itu sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

‎Asep juga menegaskan LIB berkoordinasi dengan Komdis PSSI untuk memutuskan sanksi apa yang akan dijatuhkan.

‎“Setelah itu akan kami komunikasikan dengan Komite Disiplin PSSI,” pungkasnya.

‎Di sisi lain, Manajemen Arema FC juga meminta pihak kepolisian mengusut kasus pelemparan batu ini.

‎“Polisi harus menangkap dan mengungkap pelaku dan motif pelemparan bus (pemain) Persik Kediri,” kata General Manager Arema FC Yusrinal Fitriadi seperti dikutip dari Antara.

‎Ia juga mengaku heran jika pelaku kecewa, seharusnya menumpahkan kekecewaannya kepada manajemen Arema FC, bukan kepada tim lawan.

‎“Jika pelaku kecewa dengan terkait penyelenggaraan atau kecewa karena Arema FC kalah, kenapa tidak dilimpahkan ke kami? Seakan-akan kami tidak dihormati di sini,” tukasnya.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore