
Pablo Oliveira korban ganasnya duel Arema FC vs Persebaya Surabaya. (Media Arema FC)
JawaPos.com — Nasib sial menimpa gelandang Arema FC, Pablo Oliveira, yang harus mengakhiri musim lebih cepat karena cedera parah. Pemain asal Brasil itu tumbang saat membela Singo Edan dalam laga bertensi tinggi kontra Persebaya Surabaya, 28 Mei 2025 lalu.
Pertandingan sarat gengsi bertajuk Derbi Jatim itu berakhir imbang 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Namun hasil tersebut harus dibayar mahal oleh Arema setelah Pablo mengalami cedera lutut yang cukup serius.
Pablo terpaksa ditarik keluar dari lapangan sebelum laga usai akibat benturan keras yang diterimanya. Cedera itu membuatnya absen saat Arema menghadapi Persis Solo pada 5 Mei 2025.
Setelah dilakukan pemeriksaan MRI, hasilnya sangat mengecewakan bagi tim pelatih. Gelandang bernomor punggung 32 itu dipastikan tak bisa membela Arema di sisa laga Liga 1 2024/2025.
Pelatih Arema, Fernando Valente alias Ze, mengaku terpukul dengan kabar tersebut. Ia kehilangan salah satu pilar penting di lini tengah yang selama ini jadi andalan dalam menjaga ritme permainan.
“Pablo mengalami cedera. Dia pulang ke negaranya dan akan tinggal di sana untuk sementara waktu,” ucap pelatih asal Portugal itu dikutip dari wearemania.net.
Ze mengatakan, belum diketahui pasti berapa lama Pablo harus menjalani masa pemulihan. Namun peluang untuk tampil di tiga laga tersisa sangat kecil bahkan hampir mustahil.
Sepanjang musim ini, Pablo tampil konsisten dan menjadi figur penting di lini tengah Arema FC. Total, ia sudah bermain dalam 27 pertandingan dan mengoleksi 2.208 menit bermain.
Meski berposisi sebagai gelandang bertahan, Pablo terbilang cukup produktif dengan torehan tiga gol dan satu assist. Ia juga tercatat melakukan 20 percobaan tembakan sepanjang musim.
Tak hanya itu, Pablo menunjukkan kualitasnya dalam distribusi bola dengan tingkat akurasi umpan mencapai 89 persen. Ia juga membuat 10 keypass yang membuka peluang emas bagi tim.
Pemain berusia 29 tahun itu punya peran vital sebagai pemutus serangan lawan dengan total 40 pelanggaran yang dilakukan. Di sisi lain, ia juga menjadi sasaran pelanggaran sebanyak 50 kali oleh lawan-lawannya.
Kedisiplinannya terbilang cukup meski mengoleksi enam kartu kuning selama musim ini. Namun ia tidak pernah menerima kartu merah, membuktikan dirinya sebagai gelandang yang tangguh namun tetap terkontrol.
Absennya Pablo menjadi pukulan telak bagi Arema yang sedang berjuang untuk finis di papan tengah klasemen. Kehilangan pemain inti di saat-saat krusial jelas mengganggu keseimbangan tim.
Ze tak menampik kehilangan Pablo membuat tugasnya semakin berat. Ia berharap pemain pengganti bisa cepat beradaptasi dan mengisi peran penting yang ditinggalkan sang gelandang.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
