
Kondisi bus pemain Persik Kediri dilempari oknum suporter (kiri) dan kondisi Coach Toyo yang terkena serpihan kaca. (akun X @tweetpersik)
JawaPos.com — Kemenangan Persik Kediri atas Arema FC di Stadion Kanjuruhan ternoda oleh aksi tak terpuji yang terjadi setelah pertandingan. Bus tim Macan Putih dilempari batu oleh oknum tak bertanggung jawab yang diduga merupakan suporter tuan rumah.
Insiden itu terjadi saat skuad Persik hendak kembali ke hotel setelah menuntaskan laga dengan kemenangan telak 3-0 atas Arema. Bentrokan fisik atau keributan di dalam stadion memang tidak terlihat, namun perjalanan pulang tim tamu justru berubah mencekam.
Kaca bus pecah akibat lemparan batu yang menghantam bagian bodi kendaraan. Aksi brutal ini menjadi catatan hitam dalam laga yang sejatinya berlangsung lancar selama 90 menit.
Kapten Persik, Ze Valente, menjadi salah satu yang menyuarakan kekecewaannya atas insiden tersebut. Ia mengunggah foto kaca bus yang hancur di akun Instagram miliknya.
Melalui Instastory-nya, pemain asal Portugal itu menyindir keras perilaku sebagian oknum pendukung. "Kita tidak pernah belajar ..." tulis Ze Valente singkat namun menyentuh.
Ia menambahkan kalimat yang menggambarkan betapa kecewanya terhadap situasi tersebut. "Tapi lebih baik tidak mengutarakan apa yang saya pikir," sambungnya.
Unggahan Valente pun langsung menyita perhatian publik, terlebih insiden terjadi di Stadion Kanjuruhan. Stadion ini sebelumnya menjadi lokasi tragedi kelam sepak bola Indonesia pada Oktober 2022 yang menewaskan ratusan orang.
Pertandingan melawan Persik merupakan laga pertama Arema FC kembali ke Kanjuruhan pasca tragedi itu. Alih-alih menjadi momentum perdamaian, insiden pelemparan batu ini justru membuka kembali luka lama.
Performa gemilang Persik di atas lapangan sejatinya patut diacungi jempol. Mereka menang tiga gol tanpa balas lewat torehan Vava Mario Yagalo, Ramiro Fergonzi, dan Ze Valente.
Namun kemenangan penting itu harus dibayar dengan rasa trauma akibat serangan di luar stadion. Keamanan tim tamu jelas menjadi sorotan usai peristiwa ini.
Arema FC sendiri tak tinggal diam dan langsung menyampaikan permintaan maaf. Melalui akun Instagram resminya, manajemen Singo Edan menyayangkan kejadian tersebut.
“Kami minta maaf sebesar-besarnya untuk tim @persikfcofficial atas kejadian hari ini setelah pertandingan,” tulis Arema FC. Mereka juga mengajak seluruh pihak menjaga harmoni kekeluargaan dari dalam hingga luar lapangan.
Pernyataan maaf itu pun dibanjiri komentar dari netizen yang berharap kejadian seperti ini tak terulang lagi. Banyak pula yang menyayangkan tindakan tidak sportif dari sebagian suporter.
Insiden ini memicu reaksi dari berbagai kalangan sepak bola nasional, termasuk mantan kapten Persebaya Surabaya itu. Pemain yang dikenal vokal itu mengungkapkan kekesalannya atas rusaknya atmosfer pertandingan akibat ulah oknum.
Ia menyebut sepak bola Indonesia tak akan pernah maju jika kekerasan di luar stadion masih terus terjadi. Rivalitas seharusnya hanya berlangsung 90 menit, bukan berujung pada aksi anarkis.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
