
Penjaga gawang Timnas Indonesia Maarten Paes melakukan latihan jelang pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Madya, komplek GBK, Senayan, Sabtu (22/3/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Timnas Indonesia akhirnya memiliki kiper kelas dunia dalam sosok Maarten Paes. Kiper klub FC Dallas tersebut resmi menjadi kiper timnas setelah dinaturalisasi sebagai WNI pada 2024 lalu.
Namun siapa sangka, sebelum menjadi kiper, Maarten Paes adalah seorang penyerang. Hal itu terjadi saat ia masih bermain di akademi usia 13 sampai 15 tahun.
"Hingga usia 15 tahun, saya adalah seorang striker, tapi saya termasuk striker yang hanya menunggu bola," ungkap Paes dikutip dari podcast akun YouTube pemain Timnas Indonesia, Thom Haye.
Ia terang-terangan merasa tidak ada passion bermain sebagai striker. Itulah mengapa ia berpindah posisi sebagai kiper.
"Ternyata saya merasa tidak ada passion sebagai striker, dan saya lebih suka berperan dalam menjaga gawang tim saya," imbuhnya.
Kiper keturunan Belanda itu tidak serta merta langsung menjadi kiper sepak bola, karena pada awalnya ia adalah kiper futsal.
"Awalnya saya adalah kiper futsal. Lalu beralih ke kiper sepak bola lapangan dan saya semakin menemukan passion saya di situ. Saya sampai rela berlatih empat sampai lima kali sehari untuk itu," tuturnya.
Sahabat Sandy Walsh ini juga mengakui bahwa ia termasuk agak terlambat terjun di dunia sepak bola profesional, yaitu di atas 17 tahun, sehingga ia harus bekerja lebih keras.
Paes pun membuktikan bahwa meskipun ia baru mulai menjadi kiper di usia 16 tahun dan naik ke status kiper profesional pada usia 18 tahun, ia bisa terus berkarir sebagai kiper di kompetisi sepak bola kasta tertinggi, yaitu Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat.
"Intinya adalah kerja keras bisa mengalahkan bakat. Selalu kerja keras setiap hari, dan belajar dari pertandingan, baik itu saat kalah maupun menang, saya harus mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik," tegasnya.
Kini ketika ia telah menjadi kiper utama, baik di FC Dallas maupun Timnas Indonesia, Paes semakin sadar bahwa ia harus menjaga kondisi.
"Semakin usia saya bertambah, maka saya harus semakin peduli dengan kondisi kebugaran saya, apalagi saya juga cukup tua saat menjadi pemain profesional dibandingkan pemain lain, apalagi saat ini perjalanan panjang dari Amerika ke Indonesia untuk bergabung bersama Timnas, jadi saya harus menjaga kondisi," terangnya lagi.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
