Andritany Ardhiyasa. (Dok. Persija)
JawaPos.com - Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) buka suara perihal kasus dugaan penunggakan gaji PSIS Semarang terhadap para pilarnya, terutama pemain asing yang telah meninggalkan Laskar Mahesa Jenar. Mereka janji akan membantu menyelesaikan masalah tersebut.
Kasus dugaan penunggakan gaji oleh PSIS Semarang sudah muncul dalam beberapa waktu terakhir. Itu semua karena tiga pemain asingnya bersuara vokal di media sosial sembari memutuskan kontrak.
Pertama adalah Evandro Brandao, yang pada Maret 2025 mengarakan bahwa gajinya tak dibayarkan selama lebih empat bulan. Kemudian pada 9 April, giliran Roger Bonet atau Ruxi yang menyatakan dengan berat hati harus meninggalkan tim karena berbulan-bulan gajinya tak dibayar.
Terbaru, ada Vitinho yang menyuarakan tunggakan gaji di PSIS Semarang. Bahkan, pemain bernama lengkap Guilherme Dos Santos Carvalho itu sampai mengadukan ke FIFA.
Kasus Vitinho bermula saat dirinya mengalami cedera pada Februari 2024. Saat itu, gaji Vitinho belum dibayar selama tiga bulan dan beberapa haknya sesuai kontrak juga belum dipenuhi klub.
Menyikapi persoalan itu, Andritany Ardhiyasa sebagai Presiden APPI menjelaskan bahwa pihaknya telah mendengar persoalan gaji PSIS Semarang. Namun, hingga kini belum ada laporan resmi yang mereka terima.
"Sejauh ini belum ada laporan resmi dari para pemain PSIS, tetapi kami sudah mendengar adanya keterlambatan gaji di tim PSIS," kata Andritany saat dihubungi, dipetik dari Antara, Sabtu (3/5).
"Kami sebagai APPI tidak akan membuat laporan ke pihak klub selama pemain tidak membuat laporan secara resmi atau memberikan kuasa ke APPI," tambahnya.
Andritany, yang juga kiper Persija Jakarta, juga menjawab perihal keterangan Ruxi yang menyebut dia sempat melaporkan kasus ini kepada APPI. Namun, tak memberikan respons.
Adik Indra Kahfi itu mengatakan bahwa APPI telah membalas pesan Ruxi. Saat sang pemain menyatakan tak ada balasan, Andritany beralasan bahwa saat itu tengah libur nasional yang bertepatan dengan Hari Buruh Nasional.
"Kita akan update lagi besok pagi. Kita pasti bantu, buat apa ada APPI kalau kita gak bantu," kata kiper berusia 33 tahun tersebut.
Selain kepada tiga pemain, pelatih Gilbert Agius yang baru terdepak dari PSIS Semarang juga disebut-sebut mengalami masalah serupa. Namun, terkait itu APPI tak bisa ikut campur karena beda wewenang.
"Untuk soal isu pelatih mungkin ada pihak yang lebih tepat untuk menjawabnya," jelas Andritany Ardhiyasa.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
