
Laga Persebaya menghadapi Madura United menjadi satu-satunya kemenangan yang diraih Green Force selama bulan April. (Media Persebaya)
JawaPos.com - Persebaya kembali berada dalam trend positif selama bulan April lalu. Namun sayangnya, dalam tiga laga yang dilalui selama periode tersebut, hanya meraih satu kemenangan. Sedangkan sisanya berakhir dengan imbang.
Hal itu membuat Persebaya semakin sulit untuk meraih gelar juara karena Persib Bandung terus melaju dengan meraih kemenangan. Mereka hanya butuh satu kemenangan lagi untuk mengunci juara Liga 1.
Memang dua lawan yang dihadapi Persebaya selama bulan April lalu cukup berat, yaitu bertandang ke Persija Jakarta dan Arema FC. Sehingga terhindar dari kekalahan sudah sebuah keuntungan tersendiri.
Yang disayangkan adalah para pemain Green Force seringkali membuang peluang, ataupun melakukan blunder yang berakibat kebobolan, sehingga gagal meraih kemenangan.
Ketika menghadapi Persija, kiper Persebaya Ernando Ari melakukan kesalahan hingga berujung gol tuan rumah. Lalu serangan Green Force juga kurang tajam, dimana hanya melepaskan enam tembakan ke gawang.
Coach Paul Munster pun menyayangkan sejumlah peluang yang terbuang, karena timnya bisa saja menang jika mampu memanfaatkan peluang dengan baik.
”Saya pikir kami bermain cukup baik di babak pertama dan terus menekan di babak kedua. Kami mencetak gol dan saya pikir kami punya peluang besar untuk menang, tapi itu tidak terjadi,” ujar Munster seperti dikutip dari laman resmi klub.
Kemudian saat menghadapi Madura United, tim asuhan Paul Munster memang meraih kemenangan, namun hanya 1-0. Padahal secara statistik dari Sofascore, mereka melepaskan 10 tembakan, dua diantaranya diselamatkan kiper lawan.
Khusus untuk laga menghadapi Madura United, tembakan ke gawang yang dilakukan Persebaya hanya tiga. Hal itu masih bisa dimaklumi lantaran salah satu beknya, Slavko Damjanovic harus diusir keluar lantaran mendapat kartu merah di penghujung babak pertama.
Dengan hanya bermain sebanyak 10 orang, maka Persebaya mau tidak mau harus memperkuat pertahanan agar tidak sampai kebobolan.
"Saya sangat bangga dengan tim saya, bagaimana kami bermain sampai akhir. Kami fokus pada mentalitas kemenangan. Ketika kita menang dengan 10 pemain, itu adalah perasaan yang luar biasa," tegas Munster pasca laga.
Hasil seri menjadi penutup kiprah Persebaya selama bulan April. Bertanding di stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar menghadapi Arema FC, Green Force hanya meraih hasil seri 1-1.
Pasca laga, Munster terang-terangan mengaku kecewa karena tim asuhannya menguasai ball possession dan membuat banyak peluang. Statistik mencatat Persebaya melepaskan 16 tendangan, tujuh diantaranya mengarah ke gawang.
"Pemain kami punya banyak peluang, tapi mereka kurang tajam. Seharusnya simpel, mereka menciptakan peluang, lalu berbuah gol," ungkap pelatih asal Irlandia Utara itu.
Tak hanya itu, blunder Ernando Ari juga membuatnya kecewa karena menyebabkan Arema FC mencetak gol dan sempat membuat mereka unggul lebih dahulu.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
