
Videotron ucapan HUT Persebaya ke 99 di dekat Pakuwon Mall, Surabaya. (Istimewa)
JawaPos.com - Persebaya mengajak Bonek dan Bonita merayakan ulang tahun ke-99 klub dengan cara yang lebih modern dan tertib. Menjelang hari jadi yang jatuh pada 18 Juni mendatang, suporter diajak menyalurkan kreativitas melalui videotron yang tersebar di sejumlah titik Kota Surabaya.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan perayaan yang tetap meriah tanpa mengganggu kenyamanan kota. Selain itu, pendekatan baru tersebut diharapkan mampu mengakomodasi kreativitas suporter dalam format yang lebih sesuai dengan perkembangan zaman.
Selama bertahun-tahun, perayaan ulang tahun Persebaya identik dengan pemasangan spanduk dan berbagai karya kreatif Bonek di berbagai sudut Surabaya. Tradisi tersebut telah menjadi simbol kecintaan suporter kepada klub berjuluk Green Force itu.
Kini, Persebaya mengajak para pendukungnya untuk bertransformasi. Kreativitas yang sebelumnya dituangkan melalui spanduk konvensional diarahkan agar tampil dalam format digital melalui layar videotron.
Sejumlah karya bertema ulang tahun ke-99 Persebaya bahkan sudah mulai menghiasi beberapa videotron di Surabaya. Salah satu yang terlihat berada di kawasan Jalan Mayjen Yono Soewoyo, dekat Pakuwon Mall.
Media Officer Persebaya, Jonathan Yohvinno, mengatakan program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Persebaya, Pemerintah Kota Surabaya, dan Polrestabes Surabaya. Menurutnya, langkah itu bertujuan menciptakan suasana perayaan yang meriah sekaligus tetap menjaga ketertiban kota.
“Kami ingin ulang tahun ke-99 ini menjadi perayaan yang meriah sekaligus tertib. Kreativitas Bonek selama ini luar biasa, sehingga kami ingin memberikan ruang yang lebih besar dan lebih modern agar karya-karya tersebut bisa dinikmati lebih banyak orang,” kata Vinno, sapaan Jonathan Yohvinno.
Ia menjelaskan bahwa penggunaan videotron memberikan ruang yang lebih luas bagi karya-karya kreatif suporter. Selain mudah dilihat masyarakat, media digital juga dinilai lebih selaras dengan wajah kota yang terus berkembang.
Menurut Vinno, transformasi ini bukan berarti menghapus tradisi yang telah lama melekat dalam kultur Bonek. Sebaliknya, Persebaya ingin membawa tradisi tersebut ke bentuk yang lebih relevan dan adaptif.
“Kami memahami tradisi pemasangan spanduk sudah menjadi bagian dari kultur perayaan ulang tahun Persebaya. Karena itu kami tidak ingin menghilangkan tradisinya, melainkan mengajak teman-teman Bonek bertransformasi dari spanduk konvensional menjadi spanduk videotron,” lanjutnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
