Hanif Sjahbandi, gelandang Persija Jakarta pada sesi latihan jelang melawan Borneo (Dok. Persija.id)
JawaPos.com - Empat pertandingan terakhir akan jadi penentu nasib Persija Jakarta musim ini. Macan Kemayoran akan menghadapi lawan-lawan yang tak mudah, yakni Borneo FC (4/5), Bali United (10/5), PSS Sleman (17/6), dan Malut United (25/5).
Empat laga itu bukan sekadar pertandingan biasa, tapi misi untuk meraih target finis di empat besar klasemen akhir yang sudah ditetapkan pada awal musim. Beban berat dipikul sang pelatih, Carlos Pena. Apalagi performa tim saat ini sedang naik-turun.
Inkonsistensi masih menjadi masalah utama Macan Kemayoran. Kemenangan atas Persik di pekan ke-29 seolah menjadi titik balik, tapi harapan itu langsung pupus.
Persija justru takluk di kandang sendiri saat menjamu Semen Padang. Kekalahan 0-2 menjadi tamparan keras bagi seluruh tim.
"Pukulan yang sangat berat buat kami semua karena kami bermain di kandang kalah dengan skor 0-2. Itu bukan hal yang bagus," kata Hanif Sjahbandi, gelandang Persija.
Hanif tak menampik bahwa kekalahan itu cukup menyakitkan. Ia berharap tim segera bangkit dan tampil lebih solid.
"Hasil itu sangat memalukan. Saya harap ini menjadi pelajaran bagi saya pribadi dan teman-teman untuk mengarungi sisa Liga 1 musim ini," lanjutnya.
Hanif menyebut pentingnya memperkuat lini belakang serta mempertajam serangan jika ingin mengakhiri musim di posisi empat besar. Masih ada empat pertandingan untuk membuktikan itu.
Sementara ini, Persija berada di urutan kelima klasemen Liga 1. Mereka mengoleksi 47 poin dari 13 kemenangan, delapan hasil imbang, dan sembilan kekalahan.
Peluang untuk mengejar posisi empat besar masih terbuka lebar. Mereka hanya terpaut 3 poin dari Malut United, lawan yang juga akan dihadapi saat pertandingan terakhir. Namun, Persija tidak boleh sampai terpeleset lagi.
Direktur Persija, Mohamad Prapanca, turut melontarkan kritik tajam atas penampilan tim pekan lalu. Ia menyebut pertandingan melawan Semen Padang sebagai titik terendah.
"Hasil laga melawan Semen Padang sangat-sangat mengecewakan. Tim tidak memiliki daya juang di lapangan. Hal ini menjadi sinyal darurat untuk Persija," tegas Prapanca.
Ia juga menyampaikan bahwa posisi Carlos Pena sebagai pelatih sedang dievaluasi. Nasibnya bisa ditentukan dalam waktu dekat.
"Penampilan semalam adalah yang terburuk dan menjadi alarm bagi semua komponen di dalam tim. Masa depan pelatih Carlos Pena akan ditentukan dalam minggu ini," tuturnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
