
Skuad Persebaya Surabaya. (Istimewa)
JawaPos.com - Persaingan di papan bawah klasemen Liga 1 Indonesia 2024/2025 semakin sengit jelang akhir musim. Dengan hanya menyisakan empat pertandingan, enam tim terbawah masih berpotensi terdegradasi ke Liga 2 musim depan.
PSS Sleman, PSIS Semarang, dan Semen Padang menjadi tim yang kini paling rentan tergelincir ke jurang degradasi.
Namun, keberadaan Persebaya Surabaya dalam jadwal sisa musim membuat mereka punya peran penting menentukan siapa yang akan selamat dan siapa yang turun kasta.
Salah satu tim yang harus menghadapi Persebaya Surabaya adalah Semen Padang. Kini tim berjuluk Kabau Sirah itu berada di peringkat 16 dengan 28 poin. Laga melawan Persebaya Surabaya pada 9 Mei 2025 akan sangat menentukan nasib Kabau Sirah.
Kemenangan atas Persebaya Surabaya bisa menjadi momen krusial bagi Semen Padang untuk keluar dari zona merah. Namun, jika Persebaya Surabaya tampil maksimal dan menang, Semen Padang bisa makin terpuruk di dasar klasemen.
Selain Semen Padang, PSIS Semarang juga termasuk dalam daftar tim yang belum aman. Mereka menempati posisi ke-17 dengan 25 poin dan memiliki jadwal yang sangat berat di sisa musim.
PSIS akan menghadapi tim kuat seperti Bali United, Malut United, dan juga Barito Putera. Salah satu laga penting PSIS adalah melawan PSS Sleman pada 9 Mei 2025, duel hidup-mati yang bisa menjadi titik balik atau akhir harapan.
PSS Sleman sendiri kini menghuni dasar klasemen dengan hanya 22 poin dari 30 pertandingan. Mereka terkena pengurangan tiga poin akibat skandal pengaturan skor di Liga 2 2018 dan sedang dalam tren buruk dengan tiga kekalahan beruntun.
PSS punya empat laga sisa, termasuk melawan tim-tim kuat seperti PSM, Persija, dan Madura United. Kekalahan dari tiga laga saja sudah cukup untuk memastikan Super Elja terdegradasi ke Liga 2.
Madura United yang saat ini ada di posisi 13 dengan 33 poin, juga belum sepenuhnya aman. Mereka akan menghadapi Semen Padang, Borneo FC, Bali United, dan PSS Sleman dalam empat laga terakhir.
Jika gagal meraih poin maksimal, posisi Laskar Sape Kerrab bisa saja tergeser oleh tim-tim di bawahnya. Terutama jika Semen Padang dan PSIS mampu mencuri poin dalam laga-laga berat mereka.
Barito Putera dan Persis Solo pun belum bisa bernapas lega meski berada di posisi 15 dan 14 dengan masing-masing 29 dan 32 poin. Keduanya masih butuh setidaknya dua kemenangan lagi untuk menjauh dari ancaman degradasi.
Barito Putera akan menjalani laga berat melawan Persib dan PSM serta laga penentuan kontra PSIS di pekan terakhir.
Sementara Persis Solo harus menghadapi Arema FC, PSBS Biak, Dewa United, dan Persib dalam jadwal yang tidak mudah.
Dalam situasi seperti ini, Persebaya Surabaya yang kini aman dari degradasi justru memiliki posisi krusial. Sebab, pertandingan mereka bisa menentukan siapa yang akan terselamatkan dan siapa yang akan turun kasta.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
