Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 April 2025 | 16.10 WIB

Kongres PSSI 2025 Bahas Masa Depan Sepak Bola Indonesia, Kewenangan Asprov dan Keterbukaan Laporan Keuangan

Sekjen PSSI Yunus Nusi. (dok. Antara) - Image

Sekjen PSSI Yunus Nusi. (dok. Antara)

JawaPos.com–Sehari sebelum Timnas Indonesia melakoni laga melawan Tiongkok di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), PSSI akan mengadakan Kongres Tahunan di Jakarta, pada 4 Juni. Kongres ini akan menjadi momen penting karena membahas sejumlah perubahan dalam Statuta PSSI.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Yunus Nusi mengungkapkan, draf perubahan statuta tersebut kini sedang disiapkan. Salah satu poin utamanya adalah pemberian kewenangan lebih kepada Asosiasi Provinsi (Asprov) untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan anggota.

"Pertama, terkait pemberian wewenang kepada Asprov (Asosiasi Provinsi) untuk meningkatkan efektivitas dalam mengelola anggotanya. Rincian teknisnya akan disampaikan dalam kongres," jelas Yunus.

Selain itu, akan dibahas pula upaya peningkatan kinerja Komite Eksekutif (Exco) serta perubahan dalam keanggotaan voters, yang menyesuaikan dengan sistem promosi dan degradasi kompetisi.

"Kemudian, ada beberapa poin terkait peningkatan kinerja Exco. Nanti secara teknis akan dijabarkan. Selain itu, akan ada perubahan dalam keanggotaan, terutama terkait voters seiring adanya promosi dan degradasi," ujar Yunus Nusi.

Terkait isu perubahan masa jabatan Ketua Umum PSSI dari dua menjadi tiga periode, Yunus Nusi menyebutkan hal itu masih dalam tahap wacana dan belum ada keputusan final.

"Akan ada sosialisasi dulu, belum tentu (soal perubahan masa jabatan Ketua Umum). Semua harus melalui proses sosialisasi dan akan diputuskan di kongres," tutur Yunus Nusi.

"Belum masuk ke draft, karena kita masih mengumpulkan masukan dari anggota. Semua saran akan kami pertimbangkan dan bahas dalam kongres," imbuh Yunus.

Keterbukaan menjadi tema lain dalam Kongres PSSI 2025. Yunus menyatakan bahwa laporan keuangan PSSI akan dibuka secara luas kepada publik. Hal ini karena penggunaan dana pemerintah sebesar Rp 120 miliar pada 2024 yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan.

"Ya, dong (bisa diakses oleh masyarakat umum). Semua penggunaan dana APBN maupun operasional dari sponsor akan kami laporkan di kongres nanti," kata Yunus.

"Bisa (diakses masyarakat umum). Nanti kami sampaikan di kongres, terbuka untuk umum sebagai laporan pertanggungjawaban keuangan PSSI," lanjut dia.

Tak hanya itu, laporan keuangan dari PT Garuda Sepakbola Indonesia (GSI), badan usaha milik PSSI, juga akan disampaikan secara terbuka, bersama laporan dari PT Liga Indonesia Baru (LIB).

"Oh, ya semua (laporan keuangan). Semua pendapatan PSSI akan kami sampaikan. Termasuk laporan dari GSI, bahkan kami juga meminta laporan dari PT LIB. Semua program akan dipaparkan saat kongres," tandas Yunus.

Saat ini, PSSI masih mencari lokasi pasti untuk menggelar kongres tersebut di Jakarta dan tengah melakukan sosialisasi kepada seluruh anggota. Sesuai Statuta PSSI 2019, kongres tahunan biasanya membahas laporan keuangan, kegiatan tahun sebelumnya, serta program kerja ke depan.

Peserta Kongres PSSI 2025 terdiri atas 87 delegasi, yakni 34 Asprov PSSI, 18 klub Liga 1 2024/2025, 16 klub Liga 2 2024/2025, 16 klub Liga 3 2024/2025, dan tiga asosiasi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore