Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 April 2025 | 23.30 WIB

Penyerang Persebaya Surabaya Dejan Tumbas Terharu Wajahnya Disamakan dengan Logo Wong Mangap, Tak Sabar Hadapi Arema FC

Dejan Tumbas representasi logo wong mangap di hadapan Bonek dan Persebaya Surabaya. (Media Persebaya)

JawaPos.com - 'Mental Balkan' yang ditampilkan oleh Dejan Tumbas saat melawan Madura United hampir sama dengan nyali Wani milik Bonek. Tidak heran jika, perban yang menutupi kepalanya karena terluka saat pertandingan disamakan dengan ikat kepala di logo Wong Mangap. Foto Tumbas pun juga berseliweran di jagat media sosial, digambar mirip dengan logo Wong Mangap. 

Tumbas mengaku sangat bersyukur bisa dicintai dan diterima oleh suporter Persebaya. Apalagi wajahnya disamakan dengan ikon Bonek, Wong Mangap. "Saya berterima kasih atas dukungannya. Atas passion dan semangat kalian untuk tim ini," katanya saat ditanya Jawa Pos. 

Tumbas menerangkan, sempat mengobrol dengan agennya Gabriel Budi soal logo Wong Mangap beberapa pekan lalu. Dia menerangkan sangat takjub dengan logo tersebut. Menyiratkan semangat tak kenal takut untuk Persebaya. "Semangat itu akan saya bawa di setiap pertandingan. Balkan Mentality, Satu Nyali Wani," tegasnya. 

Di luar itu, pemain berusia 25 tahun itu sudah merasa jika Surabaya sudah jadi rumah keduanya. Rumah yang sangat nyaman. Bahkan saat kali pertama datang ke Kota Pahlawan. "Orang-orang selalu berusaha untuk menyapa. Selalu tersenyum dan punya hati yang sangat baik. Dan tentu saja, di kota ini, orang-orang hidup bersama sepak bola. Mencintai sepenuhnya," ujarnya. 

Hal tersebut hampir tidak pernah ditemuinya di mana pun hingga usia 25 tahun. Dejan juga mengetahui banyak soal Surabaya hingga disebut sebagai Kota Pahlawan. "Sebelum saya ke Surabaya, saya belajar banyak tentang kota ini. Bagaimana kota ini berjuang untuk Indonesia dalam Battle of Surabaya hingga disebut Kota Pahlawan. Juga bagaimana kota ini, kota terbesar kedua tapi tetap bersih dan indah," bebernya.

Karena itu, pemain asal Serbia itu menuturkan, tidak pernah khawatir ataupun takut selama di Surabaya. Dia merasa diterima. Merasa jadi bagian dari kota ini. "Hanya saja memang saya belum bisa banyak berbicara bahasa Indonesia ataupun Surabaya. Hanya beberapa kata saja, tapi saya akan segera belajar agar bisa berkomunikasi dengan banyak orang," harapnya. 

Nah, Tumbas menjelaskan, sudah mempelajari soal rivalitas dengan Arema FC. Dia menyamakan laga derbi Jawa Timur melawan Arema FC bak derbi Serbia, yakni antara Red Star melawan Partizan. "Tentu saya sudah tidak sabar bertanding dan merasakan atmosfirnya," ucapnya. 

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore