Dejan Tumbas representasi logo wong mangap di hadapan Bonek dan Persebaya Surabaya. (Media Persebaya)
JawaPos.com - 'Mental Balkan' yang ditampilkan oleh Dejan Tumbas saat melawan Madura United hampir sama dengan nyali Wani milik Bonek. Tidak heran jika, perban yang menutupi kepalanya karena terluka saat pertandingan disamakan dengan ikat kepala di logo Wong Mangap. Foto Tumbas pun juga berseliweran di jagat media sosial, digambar mirip dengan logo Wong Mangap.
Tumbas mengaku sangat bersyukur bisa dicintai dan diterima oleh suporter Persebaya. Apalagi wajahnya disamakan dengan ikon Bonek, Wong Mangap. "Saya berterima kasih atas dukungannya. Atas passion dan semangat kalian untuk tim ini," katanya saat ditanya Jawa Pos.
Tumbas menerangkan, sempat mengobrol dengan agennya Gabriel Budi soal logo Wong Mangap beberapa pekan lalu. Dia menerangkan sangat takjub dengan logo tersebut. Menyiratkan semangat tak kenal takut untuk Persebaya. "Semangat itu akan saya bawa di setiap pertandingan. Balkan Mentality, Satu Nyali Wani," tegasnya.
Di luar itu, pemain berusia 25 tahun itu sudah merasa jika Surabaya sudah jadi rumah keduanya. Rumah yang sangat nyaman. Bahkan saat kali pertama datang ke Kota Pahlawan. "Orang-orang selalu berusaha untuk menyapa. Selalu tersenyum dan punya hati yang sangat baik. Dan tentu saja, di kota ini, orang-orang hidup bersama sepak bola. Mencintai sepenuhnya," ujarnya.
Hal tersebut hampir tidak pernah ditemuinya di mana pun hingga usia 25 tahun. Dejan juga mengetahui banyak soal Surabaya hingga disebut sebagai Kota Pahlawan. "Sebelum saya ke Surabaya, saya belajar banyak tentang kota ini. Bagaimana kota ini berjuang untuk Indonesia dalam Battle of Surabaya hingga disebut Kota Pahlawan. Juga bagaimana kota ini, kota terbesar kedua tapi tetap bersih dan indah," bebernya.
Karena itu, pemain asal Serbia itu menuturkan, tidak pernah khawatir ataupun takut selama di Surabaya. Dia merasa diterima. Merasa jadi bagian dari kota ini. "Hanya saja memang saya belum bisa banyak berbicara bahasa Indonesia ataupun Surabaya. Hanya beberapa kata saja, tapi saya akan segera belajar agar bisa berkomunikasi dengan banyak orang," harapnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
