
Suhendra, Bonek Kupang Krajan Tak Pernah Absen Dukung Persebaya Surabaya Meski di Kursi Roda. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com — Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya kembali bergemuruh saat Persebaya Surabaya menjamu Madura United pada pekan ke-29 Liga 1 Indonesia 2024/2025, Minggu (20/4/2025). Ribuan suporter setia, Bonek, memadati stadion untuk memberi dukungan penuh kepada Green Force.
Namun di balik euforia kemenangan atas Laskar Sape Kerrab, ada kisah menyentuh dari salah satu Bonek asal Kupang Krajan, Surabaya.
Sosok itu adalah Suhendra, suporter disabilitas yang tetap setia mendukung Persebaya Surabaya dari tribun khusus difabel.
Suhendra tak bisa menyembunyikan rasa haru saat bisa kembali menyaksikan langsung tim kebanggaannya bertanding. Duduk di atas kursi roda, ia menatap lapangan dengan mata berbinar penuh semangat.
“Sorak-sorai menggema di GBT malam itu,” tulis akun resmi Instagram Persebaya Surabaya.
“Di antara lautan hijau, Suhendra duduk di tribun khusus difabel yang kini menjadi tempat istimewa bagi penyandang disabilitas agar merasakan langsung atmosfer pertandingan.”
Dulu, Suhendra tak pernah absen nonton Persebaya Surabaya, baik di Stadion Gelora 10 Nopember maupun di GBT. Ia mengikuti Persebaya Surabaya ke mana pun, sebelum akhirnya harus menjalani hidup di kursi roda.
“Ya, alhamdulillah bisa nonton Persebaya lagi,” ujarnya dengan tersenyum, sambil sesekali menyeka sudut matanya. Kalimat singkat itu penuh makna, mewakili perjuangan dan cintanya yang tak terbatas untuk tim asal Surabaya ini.
Suhendra mengenang masa-masa saat ia masih bisa berjalan, saat dirinya bebas menyusuri tribun stadion. Ia adalah Bonek lama, yang sudah mendukung Persebaya Surabaya sejak era Tambaksari.
“Dulu saya selalu Mbonek, ke mana pun Persebaya bermain, saya ikut,” kenangnya sambil meraba kakinya yang kini lumpuh. Ia tak pernah melewatkan satu laga pun, meski harus menempuh jarak yang jauh.
Kini, berkat adanya tribun difabel, Suhendra merasa lebih dihargai sebagai bagian dari keluarga besar Bonek. Ia selalu diarahkan panitia menuju tempat tersebut setiap kali pertandingan digelar di GBT.
“Pertama kali datang ke sini, saya langsung diarahkan ke tribun ini,” ujarnya senang. “Sekarang setiap pertandingan saya pasti datang, asalkan kondisi badan memungkinkan.”
Baca Juga: Sumardji Bocorkan Pelatih Baru Bhayangkara FC, Paul Munster Bakal Dibajak dari Persebaya Surabaya?
Baginya, Persebaya Surabaya bukan sekadar klub sepak bola, tapi semangat hidup dan identitas yang melekat dalam jiwanya. Meski tubuhnya tak lagi sempurna, semangatnya tak pernah padam.
Suhendra meyakini cinta sejati pada klub tidak dibatasi oleh keadaan fisik. Ia membuktikan loyalitas tak mengenal kata menyerah, tak tunduk pada keterbatasan.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
