Stefano Cugurra memiliki kans melatih Persebaya Surabaya. (Media Bali United)
JawaPos.com - Stefano 'Teco' Cugurra kini menjadi salah satu pelatih yang berakhir kontraknya saat kompetisi Liga 1 Indonesia masih berjalan. Hal itu lantaran hasil kurang memuaskan yang diraih Bali United dalam beberapa laga terakhir.
Status Teco yang kini 'free agent' membuatnya lebih leluasa untuk menentukan masa depannya bersama klub yang akan ia latih. Apalagi, ia merupakan salah satu pelatih berkualitas yang pernah berkarier di kompetisi Liga Indonesia.
Dan, salah satu klub yang diisukan menjadi pelabuhan Teco selanjutnya adalah Persebaya. Meskipun isu tersebut masih liar, namun kemungkinan itu masih terbuka, lantaran nasib coach Paul Munster juga masih simpang siur.
Disamping itu, Teco juga punya kedekatan emosional dengan Persebaya lantaran ia pernah menjadi pelatih fisik Green Force pada 2004 saat Jacksen Tiago menjadi pelatih kepala.
Kenangan Manis di Persebaya
Pelatih asal Brasil itu sempat mengisahkan bagaimana ia bisa turut menangani Persebaya, yaitu tidak lepas dari campur tangan Jacksen.
"Saya datang ke Surabaya pada Desember 2003. Waktu itu Jacksen Tiago pelatih Persebaya mencari pelatih fisik, dia menghubungi saya saat masih di salah satu klub di Singapura, tapi kontrak saya mau habis. Dia meminta saya datang ke Persebaya," ungkap Teco seperti dikutip dari akun YouTube Ram Surahman.
Salah satu hal yang membuat ia terkesan dengan Persebaya adalah dukungan dari Bonek yang fanatik dan mampu membakar semangat para pemain. Apalagi, pada masa itu, saat stadion di Indonesia belum seluruhnya single seat, Bonek bisa sangat memenuhi stadion.
"Saat final Piala Bang Yos di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Persebaya bertemu dengan Persija, wow stadion sangat penuh, kalau dulu kira-kira sampai 120 ribu penonton, ada Jakmania, dan juga Bonek, itu sangat bagus bagi persepakbolaan Indonesia," imbuhnya.
Tak heran jika ia memang menyukai berkarier di sepak bola Indonesia karena di negara Asia lainnya, seringkali stadion tidak terlalu dipadati oleh penonton.
"Saya bandingkan di Singapura, lalu juga pernah saat melatih di Liga Arab Saudi, stadion bagus tapi penontonnya sepi, sedangkan di Indonesia, termasuk Persebaya, penontonnya ramai dan fanatik," tuturnya lagi.
Teco sendiri memang tidak menampik kemungkinan untuk kembali melatih Persebaya dan merasakan atmosfer dukungan dari Bonek, asalkan kondisinya cukup mendukung.
"Dalam sepak bola segalanya mungkin saja terjadi. Jadi ketika (posisi pelatih Persebaya) kosong atau mungkin habis kontrak, lalu saya juga sedang habis kontrak juga dengan klub yang saya tangani, bisa saja saya melatih Persebaya, apalagi saya juga cukup berpengalaman dengan Persebaya," pungkasnya.
Sebagai informasi, ia menjadi sosok yang turut berperan membantu Jacksen membawa Persebaya juara Liga Indonesia pada 2004, atau gelar liga terakhir yang diraih Green Force sejauh ini.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
