Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 April 2025 | 17.42 WIB

Presiden Persebaya Surabaya Azrul Ananda Blak-blakan: Alfredo Vera Legenda Kota Pahlawan!

Alfredo Vera, Legenda Kota Pahlawan. (Istimewa) - Image

Alfredo Vera, Legenda Kota Pahlawan. (Istimewa)

JawaPos.com–Presiden Persebaya Surabaya Azrul Ananda menyebut nama Alfredo Vera sebagai legenda sejati Kota Pahlawan. Dia tak segan memuji jasa sang pelatih yang telah membawa Green Force bangkit dari keterpurukan dan kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional.

“Banyak orang gampang melupakan jasa orang lain. Tapi, jasa Coach Alfredo kepada Persebaya, akan saya kenang seumur hidup,” ujar Azrul, penuh emosi.

Alfredo Vera datang ke Persebaya Surabaya pada saat klub dalam kondisi yang tidak ideal. Dia diperkenalkan sebagai pelatih kepala pada 27 Mei 2017, membawa harapan besar bagi kebangkitan klub yang baru saja dipulihkan keanggotaannya oleh PSSI.

Pelatih asal Argentina itu bukan sosok sembarangan. Dia datang dengan rekam jejak mentereng setelah sukses membawa Persipura Jayapura menjuarai Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016.

Kedatangan Alfredo disambut hangat Bonek, suporter setia Persebaya Surabaya. Harapan besar pun dipikulnya, termasuk membawa tim promosi ke Liga 1.

Dengan etos kerja tinggi, Alfredo langsung turun ke lapangan dua hari setelah diperkenalkan. Saat itu, Persebaya Surabaya harus menghadapi Persatu Tuban dalam lanjutan Liga 2 di Stadion Gelora Bung Tomo.

Dalam waktu singkat, Alfredo menyulap Persebaya Surabaya menjadi tim yang solid dan kompetitif. Dia tak hanya memperbaiki performa tim, tapi juga menghidupkan semangat juang para pemain.

Momentum besar terjadi saat Persebaya Surabaya memastikan tiket promosi ke Liga 1. Tiket itu didapatkan setelah Green Force menyingkirkan Martapura FC di babak semifinal Liga 2. Di laga itu, Alfredo tak kuasa menahan air mata bahagia.

“Saya bangga, tetapi ini juga tugas berat karena ekspektasi yang begitu besar,” ungkap dia penuh haru.

Tak hanya membawa promosi, Alfredo juga memberikan trofi juara Liga 2 2017 bagi Persebaya Surabaya. Green Force mengalahkan PSMS Medan dengan skor 3-2 di partai final di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Kemenangan itu disambut gegap gempita oleh Bonek. Trofi juara pun diarak dari Bandara Juanda hingga ke pusat kota Surabaya, menunjukkan cinta luar biasa warga Kota Pahlawan pada tim kebanggaan.

Di balik sukses itu, Alfredo menyimpan duka yang dalam. Putranya, David Alessandro Vera, meninggal dunia hanya beberapa hari sebelum semifinal Liga 2.

“Ini bukan untuk konsumsi publik. Saya memang menjalani hari-hari yang berat. Tapi saya harus tetap profesional sebagai pelatih,” ucap Alfredo saat itu dengan ketegaran luar biasa.

Kisah perjuangannya pun menjadi inspirasi banyak orang. Profesionalisme dan dedikasinya menjadi teladan, baik di dalam maupun luar lapangan.

Kiprah Alfredo di Indonesia sebenarnya sudah dimulai sejak lama. Dia mulai berkarier sebagai pemain pada 2005 bersama Persekap Pasuruan. Setelah pensiun pada 2009, Alfredo menempuh lisensi kepelatihan dari Conmebol yang setara dengan Pro UEFA. Dengan lisensi itu, dia kembali ke Indonesia dan mulai meniti karir sebagai pelatih.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore