
Suporter Persebaya, Bonek memberikan dulukan saat laga melawan PSBS Biak dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur (15/2/2025). (Riana Setiawan/ Jawa Pos)
JawaPos.com — Tepat hari ini, sepuluh tahun lalu, sejarah besar tercipta di Kota Surabaya. Ribuan Bonek tumpah ruah di jalanan demi memperjuangkan eksistensi Persebaya 1927. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 18 April 2015, saat Kongres Luar Biasa PSSI digelar di Hotel JW Marriott Surabaya. Bonek yang dikenal militan, bergerak serentak menuju lokasi kongres dengan semangat membara.
Sejak pagi hari, ribuan suporter loyal Persebaya 1927 itu mulai berkumpul. Titik kumpul berada di Mes Persebaya Eri Irianto yang berada di belakang GOR 10 November Tambaksari, Surabaya.
Mereka tak datang dengan tangan kosong, melainkan membawa atribut kebanggaan berwarna hijau. Poster-poster dukungan terhadap Persebaya 1927 pun dibentangkan sepanjang perjalanan.
Longmarch pun dimulai, menempuh jarak kurang lebih dua kilometer menuju Hotel JW Marriott Surabaya. Ada yang berjalan kaki penuh semangat, ada pula yang mengendarai sepeda motor.
Semua bersatu dalam satu tujuan: mempertahankan eksistensi Persebaya 1927 dari upaya penghapusan. Kongres PSSI saat itu dianggap menjadi ancaman nyata terhadap klub kebanggaan mereka.
Bonek tidak tinggal diam. Mereka menilai Kongres Luar Biasa PSSI itu bisa menjadi ajang “penghilangan” Persebaya 1927 dari peta sepak bola nasional.
Sepanjang perjalanan, massa Bonek dikawal ketat aparat keamanan gabungan. Polisi dari Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim berjaga untuk memastikan aksi tetap kondusif. Meskipun berjalan damai, pengawalan tetap dilakukan secara maksimal. Ketika ada kelompok yang terpisah, polisi langsung sigap mengarahkan untuk kembali ke barisan utama.
Langkah kaki Bonek tak goyah. Semangat yang menyala membuat atmosfer kota terasa berbeda dari biasanya. Sesampainya di kawasan Jalan Embong Malang, massa mulai memadati area sekitar hotel. Titik pemberhentian mereka berjarak sekitar 100 meter dari sisi timur Hotel JW Marriott.
Aksi Bonek melakukan protes kepada PSSI. (Dok. Jawa Pos)
Meski tidak masuk ke dalam lokasi kongres, kehadiran Bonek memberi tekanan moral yang luar biasa. Teriakan yel-yel dan nyanyian dukungan menggema di udara kota Surabaya siang itu. Poster-poster bertuliskan “Save Persebaya 1927” mendominasi barisan. Beberapa bahkan mengusung tuntutan agar PSSI tidak lagi mengabaikan sejarah dan identitas klub.
Kongres Luar Biasa PSSI 2015 itu sendiri digelar dalam situasi penuh tekanan. Ribuan Bonek menjadi simbol perlawanan terhadap sistem yang dinilai tidak adil bagi klub-klub tradisional.
Persebaya 1927 kala itu memang tengah berjuang untuk diakui kembali oleh federasi. Sebelumnya, klub ini sempat tidak diikutsertakan dalam kompetisi resmi karena dualisme yang berkepanjangan.
Situasi tersebut membuat suporter makin berapi-api. Bagi mereka, Persebaya adalah harga diri yang tak bisa ditawar. Bonek sudah terlalu lama menahan kekecewaan. Mereka merasa hak-hak Persebaya 1927 dirampas secara sepihak oleh kepentingan di tubuh federasi.
Aksi besar-besaran itu menjadi bukti cinta yang tak berbatas terhadap klub. Ribuan orang meninggalkan aktivitas mereka demi satu nama: Persebaya. Siang itu, Surabaya berubah menjadi lautan hijau. Jalan-jalan utama kota dipenuhi iring-iringan suporter yang datang dari berbagai penjuru daerah.
Bonek dari luar kota pun tak ketinggalan. Mereka turut serta dalam solidaritas akbar demi klub pujaan mereka. Aksi tersebut menjadi salah satu demonstrasi suporter terbesar dalam sejarah sepak bola Indonesia. Banyak yang menyebutnya sebagai momentum kebangkitan loyalitas dan identitas klub.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
