Persebaya Surabaya saat digunduli Madura United di Derbi Suramadu. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Derbi Suramadu tak pernah kehilangan tensi panasnya, dan laga di September 2023 jadi saksi kekalahan memalukan Persebaya Surabaya. Bermain di kandang Madura United, Stadion Gelora Bangkalan, Green Force digunduli 3 gol tanpa balas.
Kekalahan itu terasa menyesakkan karena menghentikan catatan apik Persebaya Surabaya yang belum terkalahkan dalam lima pertemuan terakhir lawan Madura United.
Bahkan, performa solid mereka di era caretaker Uston Nawawi ikut terputus di laga tersebut.
Persebaya Surabaya sebenarnya datang dengan kepercayaan diri tinggi usai tren positif sebelumnya. Tapi semua buyar ketika peluit awal berbunyi dan Laskar Sape Kerrab langsung menekan.
Baru menit keempat, Green Force sudah dihukum penalti akibat pelanggaran Dusan Stevanovic di kotak terlarang. Tendangan penalti itu sukses dikonversi jadi gol oleh pemain Madura United dan mengubah arah pertandingan.
“Kita terlalu cepat terkena penalti dan itu merubah situasi pertandingan di babak pertama,” kata pelatih Persebaya Surabaya saat itu, Josep Gombau, dalam konferensi pers seusai laga.
Ia menambahkan sebenarnya babak pertama berlangsung seimbang.
Namun, Madura United tampil jauh lebih baik di babak kedua dan Persebaya Surabaya tak mampu membalas. Dua gol tambahan dari tuan rumah membuat laga itu jadi salah satu kekalahan paling pahit dalam sejarah pertemuan mereka.
Gombau dianggap gagal membaca permainan dan merespons tekanan sejak awal. Banyak pihak menilai kekalahan telak itu adalah 'dosa besar' sang pelatih asal Spanyol.
Kritik datang bertubi-tubi, terutama dari Bonek yang kecewa berat dengan strategi yang tak berjalan. Gombau akhirnya kehilangan kepercayaan publik setelah kekalahan itu.
Full back kiri Persebaya Surabaya kala itu, Reva Adi Utama, juga mengakui gol cepat Madura United merusak ritme permainan timnya. Ia menyebut aliran bola jadi tak lancar dan lini tengah kehilangan kontrol.
“Kami terlalu cepat mendapat hukuman penalti dan itu merubah permainan di lapangan,” ujar Reva seusai laga. Ia menegaskan tim akan belajar dari kekalahan ini sebagai bahan evaluasi.
Akibat kekalahan tersebut, Persebaya Surabaya yang saat itu sedang mencoba merangkak naik malah tertahan di papan tengah. Mereka harus puas di posisi ke-8 dengan hanya 18 poin.
Kini, dua tahun berselang, memori kekalahan 0-3 itu kembali menghantui menjelang duel seru pekan ke-29 Liga 1 Indonesia 2024/2025.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
MUI Minta Pelaku dan Pengkampanye LGBTQ Bisa Dipidana, Lebih Berat dari Pasal Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Piala Dunia 2026: The Tartan Army Bisa Menang Besar!
