Candra Wahyudi. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya bersiap menghadapi Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada Sabtu, 12 April 2025. Namun, sorotan tertuju pada potensi kehadiran Bonek meski ada larangan suporter tamu di Liga 1 Indonesia 2024/2025.
Direktur Operasional Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi, buka suara soal situasi ini. Ia yakin Bonek sudah memahami aturan dan bersikap dewasa.
“Saya rasa temen-temen Bonek sudah sangat paham aturan dan sudah tahu lah bagaimana situasi sepak bola kita. Dan, saya kira di musim ini beberapa kali sudah terbukti bagaimana temen-temen Bonek sangat dewasa menyikapi ini,” ujar Candra pada Rabu, 26 April 2025.
Candra menambahkan Bonek selalu menjaga sikap di laga tandang. Meski begitu, ia berharap suporter tetap bisa mendukung dengan tertib.
“Misalnya ketika tuan rumah melarang ya mereka akan memberikan penghormatan terhadap larangan itu. Meskipun ya kalau kita bicara sepak bola, kita nggak bisa membatasi ya, siapa saja bisa nonton asal memenuhi aturan dan tidak bikin kerusuhan,” ujar Candra.
Menurutnya, sepak bola seharusnya tak membatasi siapa pun untuk menonton. Asalkan, kata dia, semua mematuhi aturan dan tidak memicu kerusuhan.
“Ya mudah-mudahan bisa berjalan dengan lancar lah away ke Jakartanya, karena kita lebih seneng juga kalau ada suporter Persebaya juga,” tambahnya.
Larangan suporter tamu di Liga 1 diberlakukan PSSI sejak musim 2023/2024. Aturan ini muncul pasca Tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022.
Kejadian di Malang itu mendorong PSSI memperketat regulasi keamanan. Salah satunya melarang fans tim tandang hadir di stadion.
Namun, aturan ini kerap dilanggar oleh suporter berbagai klub. Mereka tetap nekat melakukan tur untuk mendukung tim kesayangan.
Sebagai contoh, pada laga Persebaya Surabaya vs Persija di Surabaya, November 2024 lalu. Sejumlah fans Persija hadir di Stadion Gelora Bung Tomo.
Jakmania, sebutan suporter Persija, datang meski ada larangan serupa. Untungnya, tak ada keributan yang terjadi saat itu. Semuanya berjalan dengan damai dan lancar.
Meski begitu, Komite Disiplin PSSI tetap menjatuhkan sanksi. Persebaya Surabaya dan Persija didenda karena pelanggaran regulasi suporter.
Kejadian ini menunjukkan sulitnya menegakkan larangan suporter tamu. Semangat mendukung tim seringkali mengalahkan aturan resmi.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
