Persebaya Surabaya ditinggal playmaker terbaik mereka jelang hadapi Persija Jakarta. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya harus menghadapi ujian berat jelang laga panas melawan Persija Jakarta pada pekan ke-28 Liga 1 Indonesia 2024/2025. Tiga pemain andalan mereka dipastikan absen karena akumulasi kartu kuning, salah satunya adalah Francisco Rivera yang baru saja dinobatkan sebagai pemain terbaik pekan ke-27 Liga 1.
Absennya Rivera menjadi pukulan telak bagi lini tengah Persebaya Surabaya. Gelandang asal Meksiko itu menjadi motor serangan Green Force dan tampil konsisten dalam beberapa pertandingan terakhir.
Tak hanya Rivera, dua nama lain yang juga absen adalah Dejan Tumbas dan Arief Catur Pamungkas. Ketiganya merupakan pemain inti yang hampir selalu menghiasi starting XI pilihan Paul Munster.
Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, mengakui situasi ini cukup menyulitkan. Namun ia tetap menaruh kepercayaan besar pada pemain lainnya untuk bisa tampil maksimal di laga melawan Persija.
"Ini sangat sulit tanpa Rivera, Tumbas, dan Catur. Mereka semua pemain bagus, tapi kami masih punya beberapa pemain lainnya untuk memberikan peluang naik level ketika bermain untuk Persebaya," kata Munster.
Munster menegaskan timnya sedang dalam kondisi positif meskipun kehilangan tiga pilar. Ia justru melihat absennya mereka sebagai kesempatan bagi pemain lain untuk unjuk gigi.
"Saya selalu bilang pada putaran kedua Liga 1, kita harus siap menghadapi cedera, pemain yang kena suspended. Sekarang itu terjadi pada kami dan beberapa tim lainnya," jelasnya.
Laga melawan Persija dianggap Munster sebagai pertandingan besar dan penting dalam sisa kompetisi. Meski lawan sedang dalam kondisi tidak stabil, ia enggan meremehkan.
"Tidak masalah apa pun hasil mereka sebelumnya. Saat kami melawan Persija, ini akan sangat berbeda, karena mereka bermain di kandang sendiri di Jakarta," ucap Munster.
Meski Persija Jakarta baru saja tumbang di tangan Madura United, Munster menilai situasi nanti akan sangat berbeda. Ia tidak ingin fokus pada kelemahan lawan, melainkan memaksimalkan potensi tim sendiri.
"Kami telah melihat bagaimana mereka bermain. Tapi fokus kami adalah pada diri sendiri. Persiapan kami pun masih sama dan tidak ada yang berubah," lanjutnya.
Dalam sesi latihan yang digelar Selasa (8/4/2025) di Lapangan Thor, Persebaya Surabaya fokus pada latihan kekuatan dan shooting. Menurut Munster, latihan ini krusial untuk membangun kekuatan fisik dan sentuhan akhir pemain.
"Kami melakukan permainan interval intensitas tinggi. Kami juga melakukan beberapa latihan kekuatan dan teknis," kata Munster.
Menurutnya, latihan dengan intensitas tinggi adalah bagian dari strategi untuk menjaga ketajaman dan konsistensi pemain jelang pertandingan-pertandingan penentuan. Setiap detail diperhatikan, dari fisik, teknis, hingga pemulihan.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
