
Ekspresi pelatih Persebaya Surabaya Paul Munster saat timnya melawan Persib Bandung pada pertandingan Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (1/3/2025). (Ryana Setiawan/ Jawa Pos)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya tak ingin kehilangan momentum usai jeda panjang Liga 1 Indonesia 2024/2025. Skuad Green Force langsung tancap gas dengan dua program latihan utama jelang laga panas melawan Persija Jakarta.
Laga yang akan digelar pada 12 April 2025 di markas Persija itu menjadi penentu awal sprint akhir kompetisi. Paul Munster sadar, duel kontra Macan Kemayoran tak bisa dianggap laga biasa.
Itulah sebabnya, Persebaya Surabaya mulai menggeber latihan sejak awal April setelah libur Idul Fitri. Dua hari pertama, 3 dan 4 April, fokus latihan ditekankan pada pemulihan kondisi fisik.
Seluruh pemain digenjot dengan berbagai variasi latihan kebugaran. Tujuannya agar kondisi fisik tetap prima setelah rehat cukup panjang.
Pada Sabtu, 5 April, program latihan mulai memasuki fase taktikal. Munster mulai menyiapkan strategi yang akan diterapkan dalam laga tandang tersebut.
“Dalam beberapa hari terakhir, latihan lebih fokus pada fisik. Tapi hari ini, kami mulai fokus fisik dan taktik,” kata Munster. “Internal game 11 vs 11, kami mulai meningkatkan intensitas latihan,” tegas pelatih asal Irlandia Utara itu.
Persebaya Surabaya menggelar internal game 11 vs 11 di hari ketiga latihan tersebut. Tujuannya untuk meningkatkan intensitas latihan dan menguji implementasi taktik.
Munster mengungkapkan internal game ini jadi bagian penting untuk evaluasi dan penguatan taktik. Sekaligus menjadi kesempatan bagi pemain untuk unjuk gigi merebut posisi di starting eleven.
“Latihan sudah berjalan lama, tapi para pemain menikmatinya karena kami buat variasi agar tetap menyenangkan. Tapi sekarang, di hari-hari terakhir ini, latihannya memang lebih berat,” imbuhnya.
Internal game ini juga menjadi sarana pemanasan menjelang laga pekan ke-28 Liga 1. Munster ingin semua pemain siap tempur dalam duel sarat gengsi melawan Persija.
Persebaya Surabaya terakhir bermain pada 12 Maret lalu saat menuntaskan matchday ke-27. Artinya, mereka menjalani masa jeda kompetitif hampir satu bulan penuh.
Jeda panjang tersebut disebabkan oleh agenda FIFA Matchday dan libur Lebaran. Kini, mereka dituntut cepat kembali ke peak performance dalam waktu singkat.
Pelatih 43 tahun itu menyebut semua pemain dalam kondisi fit. Tak ada yang mengalami cedera, dan semuanya siap berkompetisi secara sehat di lapangan.
Ernando Ari dan Mohammed Rashid yang baru kembali dari tugas negara juga langsung ikut bergabung. Keduanya terlihat dalam kondisi prima baik secara fisik maupun mental.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
