Bek sekaligus kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, akan menjadi pilar Macan Kemayoran saat menghadapi Persebaya Surabaya. (Media Persija)
JawaPos.com — Persija Jakarta bersiap menjamu Persebaya Surabaya dalam duel panas pekan ke-28 Liga 1 Indonesia 2024/2025. Pertandingan ini dipastikan semakin semarak dengan kembalinya penonton ke tribun stadion.
Kehadiran suporter Macan Kemayoran menjadi suntikan semangat bagi anak asuh Carlos Pena. Pasalnya, sebelumnya Persija sempat terkena sanksi berat dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI.
Sanksi tersebut berupa larangan menggelar empat laga kandang dengan penonton dan denda sebesar Rp 220 juta. Namun, manajemen Persija tak tinggal diam dan langsung mengajukan banding ke Komite Banding PSSI.
Upaya banding tersebut membuahkan hasil positif. Hukuman akhirnya dikurangi menjadi dua laga tanpa penonton serta denda yang berkurang menjadi Rp200 juta.
Keputusan ini disambut baik oleh manajemen dan para suporter Persija Jakarta. Kini, laga melawan Persebaya Surabaya dan Semen Padang di pekan ke-30 akan kembali diramaikan oleh sorak-sorai pendukung setia.
Duel antara Persija dan Persebaya Surabaya selalu menghadirkan tensi tinggi. Rivalitas antara kedua tim sudah terjalin sejak era Perserikatan dan terus berlanjut di Liga 1.
Selain atmosfer panas di dalam stadion, duel ini juga menarik jika melihat statistik kedua tim. Salah satu data yang mencolok adalah produktivitas lini belakang masing-masing tim dalam mencetak gol.
Persija menunjukkan keseimbangan yang baik dalam distribusi gol dari semua lini. Hingga pekan ke-27, lini belakang Macan Kemayoran telah mencetak tiga gol.
Sementara itu, Persebaya Surabaya mengalami ketimpangan dalam produktivitas gol di sektor pertahanan. Bek Green Force masih belum mampu mencetak satu gol pun sepanjang musim ini.
Ketajaman lini belakang Persija menjadi nilai lebih dalam pertandingan ini. Pemain bertahan mereka tak hanya solid dalam bertahan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi dalam mencetak gol.
Sebaliknya, Persebaya Surabaya harus mencari solusi agar lini belakangnya lebih berbahaya saat menyerang. Ketiadaan kontribusi gol dari bek bisa menjadi kelemahan dalam situasi bola mati.
Secara keseluruhan, Persija sudah mengoleksi 41 gol sepanjang musim ini. Dari jumlah tersebut, 21 gol berasal dari lini serang, 16 dari lini tengah, dan tiga dari lini belakang.
Di sisi lain, Persebaya Surabaya baru mencetak 32 gol musim ini. Dengan rincian, 17 gol dari lini depan, 13 dari lini tengah, dan nol dari lini pertahanan.
Perbedaan ini menunjukkan betapa produktifnya lini belakang Persija dibandingkan Persebaya Surabaya. Dalam situasi set-piece, Persija lebih berbahaya karena bek mereka bisa menjadi pemecah kebuntuan.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
