Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Maret 2025 | 04.33 WIB

Pelatih Bahrain Dragan Talajic Soroti Naturalisasi Timnas Indonesia, Jelang Duel Krusial di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Pelatih Timnas Bahrain Dragan Talajic memimpin latihan jelang pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (24/3/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com- Jelang pertemuan sengit antara Timnas Indonesia dan Bahrain dalam lanjutan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Selasa (25/3), pelatih Bahrain, Dragan Talajic, menyoroti proyek naturalisasi yang tengah digalakkan oleh PSSI.

Talajic mengaku menyadari bahwa skuad Garuda belakangan ini kerap menambah kekuatan dengan merekrut pemain-pemain diaspora sebelum menghadapi laga-laga internasional penting. Bahkan, pada jeda internasional Maret 2025 ini, Indonesia kembali menambah empat pemain baru yang dinaturalisasi.

Striker Oxford United, Ole Romeny, menjadi yang pertama setelah resmi mengambil sumpah sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) di London pada 8 Februari. Kemudian, disusul oleh tiga pemain lainnya, yaitu Dean James, Emil Audero, dan Joey Pelupessy, yang resmi menjadi WNI pada 10 Maret lalu.

Dalam konferensi pers yang digelar di SUGBK pada Senin (24/3), Talajic menyampaikan pandangannya terkait fenomena ini. Ia mengakui bahwa naturalisasi adalah strategi yang sah dan bisa membantu meningkatkan kualitas tim, tetapi ia juga mempertanyakan mengapa Indonesia yang memiliki hampir 300 juta penduduk justru kesulitan menemukan talenta lokal berkualitas.

"Saya sudah sering menonton pertandingan Timnas Indonesia. Setiap kali menonton, saya selalu melihat ada dua atau tiga pemain baru. Tapi mereka bukan dari Indonesia, melainkan dari Belanda dan Inggris," ujar Talajic.

Meski mempertanyakan kebijakan ini, pelatih berusia 59 tahun itu tetap menghormati keputusan Indonesia.

"Oke, itu bagus. Kami menghormati Timnas Indonesia. Namun, saya hanya heran mengapa negara sebesar Indonesia tidak lebih banyak mengembangkan pemain lokalnya sendiri," tambahnya.

Selain menyoroti naturalisasi pemain, Talajic juga menegaskan bahwa ia tidak ingin membahas kembali pertemuan pertama antara Bahrain dan Indonesia pada Oktober 2024 lalu. Kala itu, Timnas Indonesia hampir meraih kemenangan dengan skor 2-1, sebelum wasit memberikan tambahan waktu yang kontroversial, memungkinkan Bahrain menyamakan kedudukan di detik-detik terakhir pertandingan. Keputusan wasit saat itu sempat memicu kemarahan di kalangan masyarakat Indonesia.

Namun, Talajic memilih untuk tidak mengungkit insiden tersebut dan lebih fokus pada persiapan timnya.

"Saya tidak ingin membahas pertandingan terakhir. Itu sudah berlalu, dan kami melupakannya," ujarnya tegas.

Pelatih asal Kroasia itu memastikan bahwa skuadnya dalam kondisi prima dan siap menghadapi Indonesia di kandang mereka sendiri. Ia pun optimistis anak asuhnya akan tampil maksimal demi meraih hasil terbaik.

"Kami datang ke sini dengan kepercayaan diri penuh dan persiapan yang baik. Kami tahu target kami, dan besok kami akan menunjukkan permainan terbaik kami," kata Talajic.

Meski sempat mengungkapkan keheranannya terkait banyaknya pemain naturalisasi di Timnas Indonesia, Talajic menegaskan bahwa hal itu bukanlah masalah besar bagi timnya. Baginya, naturalisasi merupakan bagian dari regulasi FIFA yang sah, dan ia hanya ingin fokus membawa Bahrain meraih kemenangan.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore