Ole Romeny menjadi pencetak gol satu-satunya Timnas Indonrsia melawan Australia. (Dok. PSSI)
JawaPos.com - Ole Romeny mencatatkan debut bersama Timnas Indonesia saat melawan Australia. Dia menjadi satu-satunya pencetak gol skuad Garuda ketika kalah 1-5 dari Socceroos -julukan Australia- pada Kamis (20/3) sore.
Timnas Indonesia pulang dengan tangan hampa saat bertandang ke markas Australia di Sydney Football Stadium, Sydney. Bermodalkan empat pemain keturunan baru dan pelatih baru, Jay Idzes dan kolega harus menyerah dengan skor telak 1-5.
Maarten Paes yang menjaga pertahanan terakhir Timnas Indonesia, harus rela lima kali memungut bola dari gawangnya sendiri. Tiga pada babak pertama dan dua di babak kedua.
Dalam laga itu Timnas Indonesia sebenarnya sempat memperkecil kedudukan menjadi 1-4 pada menit ke-78. Adalah Ole Romeny yang sukses mencatatkan namanya di papan skor usai menerima operan dari Kevin Diks.
Sayangnya, itu jadi satu-satunya gol yang dicetak Timnas Indonesia. Australia pun berhasil menambah keunggulan saat injury time lewat Jackson Irvine lewat sundulan, memanfaatkan sepal pojok Craig Goodwin.
Bagi Ole Romeny, gol tersebut sangat berkesan karena itu laga melawan Australia adalah pertandingan perdananya bareng Timnas Indonesia. Dia pun mencatatkan gol tepat di laga debut untuk Garuda.
"Sebuah kehormatan besar untuk melakukan debut saya untuk Indonesia," kata Ole Romeny usai pertandingan.
"Saya selalu berkata saya akan berusaha sebaik mungkin untuk menjadi penting bagi tim. Ya, senang bisa mencetak gol, tetapi tentu saja saya sangat kecewa saat ini," tambahnya.
Diakui Ole Romeny, penampilan Timnas Indonesia sebenarnya cukup baik saat memulai laga. Garuda menekan setidaknya dalam sepuluh menit, bahkan penalti sempat didapat. Tapi eksekusi Kevin Diks di menit kedelapan gagal karena sepakanya membentur tiang.
Ole Romeny mengatakan bahwa kegagalan penalti itu membuat mental para pemain Timnas Indonesia menurun. Tapi dirinya enggan menyalahkan Kevin Diks.
"Di awal pertandingan, kami merasa sangat baik. Kami memulai dengan baik, mendapatkan penalti, dan merasa sangat percaya diri. Penalti bisa berakhir dengan gol atau gagal, itu bagian dari permainan," ujar bomber Oxford United tersebut.
"Namun, setelah penalti gagal, kami mulai sedikit mundur dan kepercayaan diri menurun. Lalu, kami kebobolan gol-gol yang seharusnya tidak terjadi," tambahnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
