
Penampilan memukau Slavko Damjanovic bersama Persebaya. (Instagram Slavko Damjanovic)
JawaPos.com-Bek tangguh Persebaya Surabaya, Slavko Damjanovic, menunjukkan ketangguhan di kompetisi BRI Liga 1 2024/2025. Dia menjadi pemain dengan menit bermain terbanyak dalam skuat Green Force sejauh ini.
Hingga memasuki pekan ke-27, Damjanovic telah mencatatkan total 2.247 menit bermain. Ini menjadikannya sebagai sosok yang nyaris tak tergantikan di lini belakang Persebaya.
Keberhasilan Damjanovic mencatat menit bermain terbanyak tidak lepas dari konsistensinya dalam menjaga kebugaran. Dia juga memiliki kemampuan menghindari cedera. Selain itu, pemain asal Montenegro ini juga memiliki disiplin tinggi di lapangan. Hal ini terbukti dari minimnya hukuman kartu yang ia terima sepanjang musim ini.
Bek Tangguh yang Tak Mudah Digantikan
Slavko Damjanovic bergabung dengan Persebaya Surabaya pada awal musim 2024/2025. Dia langsung menjadi pilihan utama di lini belakang. Dengan postur tubuh yang tinggi dan fisik yang kuat, dia kerap memenangkan duel udara, menjadi andalan dalam menjaga pertahanan Green Force tetap solid.
Selain kemampuan bertahan, kehadiran Slavko juga memberikan ketenangan bagi rekan-rekannya di lini belakang. Dia sering berperan sebagai pemimpin dalam formasi pertahanan Persebaya. Dia mampu membangun serangan dari lini belakang dengan baik.
Sebagai seorang bek tengah, Slavko memiliki keunggulan dalam membaca permainan. Dia juga menutup ruang bagi lawan. Hal ini membuat Persebaya cukup sulit ditembus oleh tim lawan. Terutama dalam beberapa laga krusial musim ini.
Pemain dengan Menit Bermain Terbanyak di Persebaya
Tak hanya Slavko, beberapa pemain Persebaya lainnya juga mencatatkan menit bermain yang cukup tinggi. Berikut daftar pemain Persebaya dengan menit bermain terbanyak.
Slavko Damjanovic - 2.247 menit
Bruno Moreira - 2.195 menit
Mohammed Rashid - 2.129 menit
Flavio Silva - 2.091 menit
Francisco Rivera - 1.957 menit
Kadek Raditya - 1.843 menit
Arief Catur - 1.782 menit
Ernando Ari - 1.707 menit
Kiper utama Persebaya Ernando Ari, juga masuk dalam daftar delapan besar. Dia memiliki total 1.707 menit bermain. Ini menunjukkan bahwa Persebaya memiliki beberapa pemain yang terus tampil reguler. Mereka menjadi tulang punggung tim sepanjang musim ini.
Kunci Sukses: Konsistensi dan Disiplin
Kunci dari ketangguhan Slavko Damjanovic dalam bertahan adalah disiplinnya dalam menjaga kebugaran. Dia juga minim hukuman kartu. Bek berusia 30 tahun ini dikenal jarang melakukan pelanggaran keras yang berujung kartu. Ini berbeda dengan beberapa bek tengah lain di Liga 1 yang kerap mendapatkan akumulasi kartu kuning atau bahkan kartu merah.
Hal ini membuatnya bisa terus bermain dalam banyak pertandingan. Dia tidak harus menjalani hukuman larangan bertanding. Selain itu, Slavko juga memiliki fisik yang prima. Dia jarang mengalami cedera, yang membuatnya terus tersedia untuk dimainkan di setiap pekan Liga 1.
Konsistensi ini sangat penting bagi Persebaya. Mereka membutuhkan pemain berpengalaman di lini belakang untuk menjaga stabilitas tim. Ini dalam perburuan posisi terbaik di klasemen.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
