
Patrick Kluivert Pelatih Timnas Indonesia, siap membawa Garuda terbang tinggi di Kualifikasi Piala Dunia 2026. (dok. PSSI)
JawaPos.com-Legenda Timnas Indonesia Muhammad Ridwan termasuk satu dari delapan pelatih teknik yang jadi kandidat asisten pelatih Timnas Indonesia. Eks winger lincah Garuda itu pun mengungkap pengalaman saat menjalani wawancara dengan Patrick Kluivert.
Muhammad Ridwan jadi nama terbaru yang masuk dalam kandidat asisten pelatih Timnas Indonesia. Selain Ridwan, ada juga nama-nama pelatih lokal lain seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Eko Purdjianto, Bima Sakti, Zulkifli Syukur, Firmansyah, Widodo Cahyono Putro, dan Uston Nawawi.
Nah, Ridwan mengaku dipanggil PSSI tepat di hari ketika para calon pelatih fisik dapat undangan serupa. Awalnya, dia sempat berpikir bahwa proses interview akan berjalan menegangkan dan sangat serius. Namun, pemikiran tersebut ternyata salah. Dia mengatakan, pertemuan dengan Kluivert berjalan dengan suasana santai.
"(Kluivert) humble ya, friendly banget. Saya kan tidak membayangkan interview itu sebelumnya seperti apa karena saya tidak pernah ada di situasi interview sebelumnya," ungkap Ridwan saat dihubungi awak media.
"Jadi bayangan saya interview itu bakalan jadi ada di situasi yang menegangkan, yang serius banget gitu ya. Tapi ya karena saya mengawali dengan memperkenalkan diri terus saya coba cairkan suasana, terus akhirnya semuanya jadi rileks gitu dan dibantu sama Coach Patrick-nya juga yang ramah ya," lanjut dia.
Ridwan juga membeberkan isi pembicaraan dari pertemuan bersama Kluivert itu. Dalam proses wawancara tersebut, dia membicarakan soal sepak bola bersama dengan pelatih anyar Skuad Garuda itu dan juga menceritakan apa saja yang dikerjakan dan sudah diraih selama dirinya menjadi asisten pelatih di klub PSIS Semarang.
"Saya mencoba memahami apa yang diinginkan (Kluivert) gitu, ya. Saya tanya diri saya sendiri, karena yang saya ajak berbicara ini pelatih bola, gitu. Jadi, kalau pelatih bola, saya juga merasa akan senang membicarakan soal sepak bola, jadi tidak banyak tulisan yang saya buat," ungkap Ridwan.
"Saya tampilkan apa yang saya sudah buat di Semarang, di situ saya presentasikan video, terus dari situ kami diskusi tentang metodologi, cara bermain, dan banyak hal di situ," imbuh asisten pelatih PSIS Semarang ini.
Menurut dia, dari presentasi video tersebut, kemudian Kluivert memberikan pertanyaan-pertanyaan yang kemudian dijawab Ridwan. Dia mengatakan bahwa pada intinya, yang didiskusikan pada saat itu ialah soal metodologi dan juga filosofi bermain di lapangan.
"Iya (bicara tentang) metodologi dan filosofi bermain dari yang saya pakai," ungkap Ridwan.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
