Gilbert Agius Termotivasi Paul Munster. (Dok. Jawa Pos)
JawaPos.com - Kekalahan tim peringkat kedua klasemen sementara Liga 1 2024-2025, Dewa United, 1-0 dari Borneo FC (10/3) membuka jalan bagi Persebaya Surabaya untuk melakukan kudeta. Peluang untuk itu terbuka lebar. Sebab, Green Force akan menjamu tim yang terdampar di posisi ke-14 klasemen sementara, PSIS Semarang, di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, malam nanti (live Indosiar pukul 20.30 WIB).
Laskar Mahesa Jenar datang dengan kondisi tidak ideal. Mereka belum pernah menang dalam lima laga terakhir. Menelan tiga kekalahan dan dua hasil imbang.
Pelatih Persebaya Paul Munster tentu tidak ingin membuang kesempatan itu. Sebab, jika menang, Green Force akan naik ke posisi kedua klasemen sementara dengan torehan 50 poin. "Sebenarnya, terlepas dari hasil pertandingan Dewa United, kami selalu bertanding dengan mentalitas ingin meraih kemenangan. Kami harus fokus meraih poin penuh," ucap Munster.
Meski tim lawan dalam kondisi buruk, Munster ogah meremehkan. Sebab, dia menganggap semua tim di Liga 1 bisa memberi kejutan. "Jadi kami harus fokus dengan tim kami sendiri. Kami tidak boleh memikirkan tim lawan. Tim ini harus terus termotivasi di laga nanti," jelas mantan pelatih Bhayangkara FC itu.
Di laga nanti, Persebaya akan tampil tanpa Ardi Idrus. Bek 32 tahun itu absen akibat akumulasi kartu. Kondisi Malik Risaldi dan Kadek Raditya sudah membaik. Tapi, Munster belum berani menggaransi keduanya untuk tampil. "Mereka memang sudah gabung latihan. Tapi untuk tampil, lihat nanti," terangnya.
Beruntung, dua pemain bisa kembali tampil. Toni Firmansyah sudah bebas dari akumulasi. Sementara Gilson Costa sudah selesai menjalani sanksi. "Tidak penting siapa yang akan tampil sebagai starter. Yang penting adalah semua pemain bisa membantu tim untuk menang. Pemain tidak bisa bersantai, karena ini waktunya kami untuk menang," tegas Munster.
Bagi Arief Catur, kemenangan jadi harga mati. Sebab, ini adalah peluang bagi timnya untuk terus berada di jalur perebutan gelar juara. Tapi, dia meminta rekan-rekannya untuk tidak menganggap enteng PSIS. "Yang penting tim ini bisa menang dan memberikan tiga poin," jelas pemain asli Pungging, Mojokerto, tersebut.
Gilbert Agius Termotivasi Paul Munster
Pelatih PSIS Gilbert Agius tidak mau sesumbar di laga kali ini. Pelatih asal Malta itu memilih untuk realistis. "Yang penting kami melakukan yang terbaik dan berusaha mendapat poin," tuturnya.
Dia tahu kalau mendapat poin di Surabaya bukanlah hal mudah. Apalagi Green Force sedang dalam kondisi bagus. Mereka baru saja meraih dua kemenangan beruntun. "Persebaya juga baru saja keluar dari tekanan setelah beberapa laga gagal menang. Coach Paul Munster luar biasa, dia bisa menjalankan tugas dengan bagus," terang Gilbert.
Gilbert merasa termotivasi dengan torehan Munster yang mampu membawa Persebaya keluar dari rentetan hasil negatif. Dia ingin melakukan hal itu dengan PSIS. "Karena setiap pelatih pasti butuh poin untuk bisa lebih percaya diri. Saya selalu berusaha melakukan yang terbaik. Dan ke depan, saya yakin bisa lebih baik lagi," tambah pelatih 51 tahun tersebut.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
