Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Maret 2025 | 19.41 WIB

Kiper Persebaya Surabaya Ernando Ari Suka Bagikan Jersey ke Suporter, Ternyata Segini Jatah dari Klub!

Ernando Ari saat memberikan jersey miliknya kepada fans PSM Makassar. (Dok. Persebaya)

 

JawaPos.com – Kemenangan Persebaya Surabaya di Kota Madani meninggalkan cerita menarik. Aksi kiper andalan Green Force, Ernando Ari, membagikan jerseynya kepada suporter setelah laga melawan PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie baru-baru ini menjadi viral.

Aksi serupa juga kerap dilakukan oleh beberapa pemain. Mereka memberikan jersey kepada fans atau bertukar jersey dengan pemain lawan. Hal ini menimbulkan rasa penasaran di kalangan suporter. Mereka bertanya-tanya berapa banyak jatah jersey yang didapat para pemain dari klub setiap musimnya di Liga 1 Indonesia.

Jatah Jersey dari Klub Liga 1

Mayoritas klub Liga 1 memberikan jatah kepada para pemainnya sebanyak dua jersey untuk setiap jenisnya. Jika merujuk pada Persebaya Surabaya, klub asal Kota Pahlawan ini memiliki empat jenis jersey dalam satu musim. Jenis-jenis tersebut adalah home (hijau), away (putih), third (merah), dan fourth (kuning). Dengan begitu, setiap pemain Persebaya mendapatkan masing-masing dua jersey per jenisnya. Totalnya adalah delapan jersey dalam satu musim.

Bagaimana Jika Jatah Habis?

Namun, bagaimana jika jatah jersey seorang pemain habis? Dalam kondisi seperti ini, pemain masih bisa mendapatkan tambahan jersey. Tambahan tersebut hanya diberikan selama stok masih tersedia di klub. Tetapi, tambahan tersebut tidak diberikan secara gratis. Jika seorang pemain ingin mendapatkan jersey tambahan setelah jatahnya habis, ia harus membelinya dengan harga yang sama seperti di official store Persebaya.

Keputusan untuk membeli atau tidak tentu bergantung pada kondisi stok jersey di official store. Jika stok jersey cukup melimpah, biasanya pemain lebih mudah untuk menukarkan jersey dengan pemain lain. Mereka juga bisa membagikannya kepada suporter sebagai bentuk apresiasi. Dalam situasi seperti ini, klub pun cenderung lebih fleksibel dalam memberikan tambahan jersey kepada para pemain.

Sebaliknya, jika ketersediaan jersey di official store terbatas, pemain akan lebih sulit untuk sekadar bertukar jersey. Mereka juga akan kesulitan memberikan kepada suporter. Hal ini disebabkan oleh kebijakan klub yang harus mempertimbangkan distribusi dan penjualan merchandise kepada para penggemar secara umum.

Meski begitu, aksi bagi-bagi jersey oleh pemain seperti Ernando Ari tetap mendapat apresiasi dari suporter. Jersey yang diberikan langsung oleh pemain tentu memiliki nilai sentimental yang lebih tinggi dibandingkan yang dibeli di store. Hal ini juga semakin memperkuat hubungan antara pemain dan suporter. Hubungan ini menjadi elemen penting dalam atmosfer sepak bola.

Tradisi bertukar jersey dengan pemain lawan atau membagikannya ke suporter memang sudah lazim dilakukan di dunia sepak bola. Namun, keterbatasan jatah dari klub membuat pemain harus lebih selektif. Mereka harus memutuskan kapan dan kepada siapa mereka akan memberikan jerseynya. Dengan begitu, setiap jersey yang diberikan menjadi semakin spesial bagi mereka yang menerimanya.

Ke depan, klub dapat bekerja sama dengan apparel yang proporsional. Hal ini agar lebih fleksibel dalam menyediakan tambahan jersey untuk pemain. Terutama jika berkaitan dengan apresiasi terhadap suporter. Bagaimanapun juga, interaksi antara pemain dan fans, termasuk melalui pemberian jersey, menjadi bagian dari daya tarik tersendiri dalam sepak bola.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore