Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto sebelum melawan Timnas Australia dalam pertandingan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Sosok figur senior bukan berarti yang paling tua, melainkan pemain yang memiliki jam terbang paling lama di suatu tim. Baru-baru ini, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi mengumumkan daftar skuad Timnas Indonesia yang akan berlaga di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Dari daftar tersebut, terdapat tiga pemain yang bisa disebut sebagai yang paling senior dalam tim asuhan Patrick Kluivert. Uniknya, dua dari tiga pemain yang diproyeksikan untuk menjalani Kualifikasi Piala Dunia 2026 itu bermain di kompetisi lokal, yakni Liga 1 Indonesia, antara lain:
Kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho. (Dok. Persija.id)
1. Egy Maulana Vikri
Egy Maulana Vikri menjadi pemain paling senior di skuad Timnas Indonesia kali ini. Debutnya bersama tim senior terjadi pada 2 Desember 2017 dalam ajang Piala Solidaritas Dunia Tsunami Aceh 2017. Saat itu, ia masuk sebagai pemain pengganti dalam kemenangan 4-0 atas Brunei. Debut ini bahkan terjadi sebelum dirinya bergabung dengan klub Polandia, Lechia Gdańsk.
Sejak saat itu, Egy terus menjadi bagian dari skuad Garuda di berbagai kompetisi, mulai dari Piala AFF, SEA Games, Asian Games, hingga Kualifikasi Piala Dunia. Pengalaman bermain di Eropa bersama Lechia Gdańsk (Polandia), FK Senica, dan ViOn Zlaté Moravce (Slovakia) juga menjadikannya salah satu pemain dengan jam terbang tertinggi di timnas saat ini.
Bahkan, pemain yang merumput bersama Dewa United ini sudah merasakan arahan pelatih-pelatih sekaliber Luis Milla, Simon McMenemey hingga Shin Tae-yong di Timnas Indonesia.
Egy Maulana Vikri. (Dok. LIB)
2. Pratama Arhan
Pratama Arhan menerima panggilan pertamanya untuk membela Timnas Indonesia senior pada Mei 2021. Ia melakukan debut dalam pertandingan persahabatan melawan Afghanistan di Dubai pada 25 Mei 2021. Sejak itu, Arhan menjadi andalan di posisi fullback kiri berkat kemampuannya dalam bertahan serta lemparan ke dalam yang mematikan.
Meski saat ini Arhan tidak menjadi pilihan utama di Timnas Indonesia, tapi ia masih bisa bersaing dengan Shayne Pattynama, Calvin Verdonk, dan Nathan Tjoe-A-On. Pengalamannya bermain di Jepang bersama Tokyo Verdy dan Suwon FC di Korea, hingga kebangitannya di Bangkok United juga menjadi nilai tambah dalam kariernya di level internasional.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
