Bongkar Mesin Gol PSIS Semarang, Ancaman Serius untuk Persebaya Surabaya di Perburuan Gelar Liga 1 Indonesia 2024/2025. (Media PSIS)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya tengah membidik kemenangan ketiga secara beruntun di Liga 1 Indonesia 2024/2025. Setelah sukses mengalahkan Persib Bandung dan PSM Makassar, Green Force siap meladeni PSIS Semarang di Stadion Gelora Bung Tomo.
Hingga pekan ke-26, Persebaya Surabaya telah mengumpulkan 47 poin dari 26 pertandingan. Dengan catatan 14 kemenangan, 5 hasil imbang, dan 7 kekalahan, mereka kini berada di peringkat ketiga klasemen Liga 1.
Green Force sudah mencetak 31 gol dan kebobolan 27 gol sepanjang musim ini. Performa solid mereka di lini belakang menjadi kunci, meski tetap harus mewaspadai ancaman lawan.
Sementara itu, PSIS Semarang justru terdampar di papan bawah klasemen. Dengan hanya 23 poin dari 25 laga, Laskar Mahesa Jenar terjebak di peringkat ke-14.
PSIS mencatatkan 6 kemenangan, 5 hasil imbang, dan 14 kekalahan sepanjang musim. Produktivitas gol mereka pun cukup rendah dengan hanya mencetak 20 gol dan kebobolan 33 gol.
Sejarah pertemuan kedua tim di era Liga 1 lebih berpihak kepada Persebaya Surabaya. Dari 11 laga, Green Force menang 5 kali, PSIS menang 3 kali, dan 3 pertandingan lainnya berakhir imbang.
Persebaya Surabaya juga unggul dalam jumlah gol dengan torehan 13 gol. Sedangkan PSIS hanya mampu mencetak 9 gol ke gawang Green Force.
Namun, PSIS Semarang tetap memiliki potensi menjadi batu sandungan bagi Persebaya Surabaya. Tiga pemain mereka berstatus mesin gol yang patut diwaspadai.
Abdallah Sudi menjadi salah satu ancaman terbesar bagi pertahanan Persebaya Surabaya. Dalam 9 laga yang ia mainkan, Sudi sudah mencetak 4 gol dengan total 15 percobaan.
Meski baru bermain selama 488 menit, efektivitasnya dalam memanfaatkan peluang sangat tinggi. Dengan xG hanya 0,14, kontribusinya di lini depan cukup mengejutkan.
Akurasi passing Sudi juga cukup baik dengan persentase mencapai 80%. Ia juga sudah mencatatkan 7 umpan kunci yang berbahaya bagi lawan.
Meski belum mencatatkan assist, pergerakannya di kotak penalti kerap merepotkan. Statistik menunjukkan Sudi dilanggar 7 kali, menunjukkan betapa sulitnya menghentikan aksinya.
Selain Sudi, Septian David Maulana juga menjadi sosok vital bagi PSIS. Dalam 22 pertandingan, ia sudah mengemas 3 gol dan 3 assist.
Septian menjadi pemain yang paling konsisten dengan bermain selama 1.592 menit musim ini. Dengan 29 percobaan tembakan, ia menjadi salah satu pemain yang paling aktif di lini depan PSIS.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
