Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Maret 2025 | 17.28 WIB

Kisah Andi Oddang, Striker Legendaris Persebaya Surabaya yang Memilih Gantung Sepatu di PSM Makassar

Andi Oddang. (Istimewa)

JawaPos.com — Bagi Bonek, nama Andi Oddang adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah Persebaya Surabaya. Striker tajam ini menjadi idola di musim 2009 berkat ketajamannya dalam mencetak gol.

Andi Oddang lahir di Jeneponto, Sulawesi Selatan pada 16 September 1977. Karier sepak bolanya dimulai di Persim Maros pada 1997, di mana ia menghabiskan lima musim sebelum melangkah ke level yang lebih tinggi.

Pada 2002, Andi Oddang bergabung dengan PSM Makassar. Sayangnya, di musim pertamanya ia lebih sering menghuni bangku cadangan karena persaingan dengan striker asing.

Hanya mencatatkan 34 penampilan, Andi Oddang memutuskan mencari tantangan baru di Sriwijaya FC. Di Palembang, ia mulai menunjukkan ketajamannya dengan mencetak 13 gol dari 28 pertandingan.

Peningkatan performa itu membuat namanya semakin dikenal di kancah sepak bola nasional. Namun, petualangannya belum berhenti karena ia kemudian bergabung dengan Persekabpas Pasuruan pada 2007.

Tahun 2008 menjadi titik balik dalam karier Andi Oddang. Ia bergabung dengan Persebaya Surabaya dan menjadi bagian penting dalam perjalanan tim menuju promosi ke Liga Indonesia.

Musim 2009 menjadi panggung bagi Andi Oddang untuk bersinar. Ia mencetak 17 gol, membuat Bonek menjadikannya salah satu idola di Stadion Gelora 10 November.

Performa impresif itu membuat banyak pihak berharap ia dipanggil ke Timnas Indonesia. Namun, impian itu pupus karena situasi dualisme sepak bola Indonesia saat itu.

Meski hanya semusim di Persebaya Surabaya, Andi Oddang meninggalkan kesan mendalam. Duetnya bersama Korinus Frikuw menjadi salah satu kombinasi lokal paling mematikan di lini serang Green Force.

Selain Korinus, Andi Oddang juga bermain bersama nama-nama besar seperti Andik Vermansyah, John Tarkpor, dan Josh Maguire. Kombinasi mereka membawa Persebaya Surabaya menjadi tim yang disegani.

Sayangnya, polemik di sepak bola Indonesia membuat Andi Oddang kembali ke PSM Makassar pada 2010. Meski bukan pemain asing, ia tetap menjadi pilihan utama di lini depan Juku Eja.

Di PSM, Andi Oddang kembali menunjukkan ketajamannya. Salah satu momen yang paling diingat adalah ketika ia membobol gawang Persebaya Surabaya pada 2011 di Liga Primer Indonesia (LPI).

PSM Makassar menang telak 4-0 atas Persebaya 1927 dalam laga yang digelar di Stadion Andi Mattalatta, Makassar. Andi Oddang membuka keunggulan lewat eksekusi penalti di menit ke-29.

Gol itu menjadi awal dari mimpi buruk Persebaya Surabaya. Gol bunuh diri Erol Iba di menit ke-36 membuat Juku Eja menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore