Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Maret 2025 | 23.32 WIB

Mengapa Sepak Bola Indonesia Sulit Maju? Inilah Beberapa Faktor Utama Penyebabnya!

Sepak bola Indonesia yang terus mengalami masalah. (Instagram/Lagrandeindonesia12)

 

JawaPos.com- Sepak bola Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di level internasional. Namun, hingga kini, prestasi tim nasional Indonesia masih sangat jauh dari harapan. Meskipun Indonesia memiliki lebih dari 270 juta penduduk, antusiasme besar terhadap sepak bola, dan banyaknya bakat berbakat, tim nasional Indonesia masih terjebak di peringkat yang sangat rendah di kancah sepak bola dunia.

Artikel ini akan mengulas beberapa alasan utama yang menghambat kemajuan sepak bola Indonesia.

Korupsi dan Pengelolaan PSSI yang Buruk

Korupsi menjadi salah satu penghalang terbesar dalam perkembangan sepak bola Indonesia. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), yang seharusnya menjadi pengelola sepak bola nasional, telah lama dihantui oleh masalah internal yang serius. Skandal pengaturan pertandingan, penyalahgunaan dana, hingga suap, telah merusak citra sepak bola Indonesia.

Pada tahun 2007, mantan ketua umum PSSI, Nurdin Halid, dipenjara karena kasus korupsi, namun tetap memimpin organisasi tersebut dari dalam penjara. Pengamat sepak bola nasional, Johny Pardede, berpendapat, “Banyak hal yang harus dibenahi dalam sepak bola Indonesia, salah satunya adalah kepengurusan organisasi dan pembinaan yang masih banyak keliru.”

Selain itu, oknum-oknum di PSSI sering kali menyalahgunakan kekuasaan dan dana yang seharusnya digunakan untuk pengembangan pemain muda. Kepentingan-kepentingan pribadi yang merugikan jutaan rupiah membuat pengembangan tim di Liga Indonesia terbengkalai. Korupsi yang melanda PSSI menciptakan ketidakstabilan yang menghambat kemajuan sepak bola Indonesia.

Politik yang Mengganggu Pengelolaan PSSI

Selain masalah korupsi, politik juga berperan besar dalam pengelolaan sepak bola Indonesia. PSSI sering kali digunakan sebagai alat politik oleh pihak-pihak tertentu, yang justru memperburuk keadaan. Sejak era Presiden Suharto hingga masa kini, posisi ketua PSSI sering kali diangkat berdasarkan hubungan politik, bukan kompetensi.

Pada era 1990-an, PSSI berada di bawah pengaruh Partai Golkar dan tokoh politik seperti Aburizal Bakrie. Hal ini menjadikan PSSI lebih fokus pada keuntungan politik dan kurang memperhatikan pengembangan sepak bola yang berkelanjutan. Akibatnya, Indonesia pernah di-banned oleh FIFA karena keterlibatan Kemenpora dalam pengelolaan PSSI, yang menambah kekacauan dalam dunia sepak bola Indonesia.

Akmal Marhali, seorang pengamat sepak bola, mengatakan, "PSSI dan sepak bola berpotensi menjadi kendaraan politik yang sangat besar, sekaligus untuk batu loncatan menuju tujuan politik lainnya. Lagi-lagi, sepak bola yang menjadi korban kepentingan.”

Kualitas Liga yang Masih Jauh di Bawah Standar Internasional

Liga sepak bola Indonesia memiliki antusiasme yang besar dari para penggemar, namun kualitas permainan dan pengelolaannya masih jauh dari standar internasional. Banyak klub besar terjerat masalah finansial, ketidakstabilan manajerial, dan konflik internal yang mengganggu performa mereka.

Fasilitas latihan yang kurang memadai, stadion yang tidak memenuhi standar FIFA, serta pengelolaan yang buruk menjadi faktor penghambat perkembangan pemain. Budi Sudarsono, mantan pemain timnas Indonesia, mengungkapkan, “Kualitas kompetisi dan banyaknya masalah-masalah, termasuk masalah pemain, suporter, dan apalagi tragedi Kanjuruhan, sangat mempengaruhi liga kita di Asia.”

Selain itu, kuota pemain asing yang mencapai 8 orang di Liga 1 juga membuat pemain lokal kesulitan mendapatkan tempat. Hal ini menyebabkan pemain lokal terpinggirkan, dan perkembangan pemain muda pun terganggu. Sistem kompetisi domestik yang tidak profesional juga menghalangi pemain muda untuk berkembang. Tanpa liga yang kompetitif, sulit bagi tim nasional Indonesia untuk bersaing di level internasional.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore