Wiliam Marcilio. (Dok. Arema)
JawaPos.com- Ketika Arema FC mencatatkan kemenangan besar atas PSS Sleman dengan skor 6-2, perhatian banyak orang dan penggemar Singo Edan justru tertuju pada ketidakhadiran salah satu pemain bintang mereka, William Marcilio, dalam pertandingan tersebut. Tak hanya itu, pada laga berikutnya melawan PSIS Semarang pada Senin (24/2) 2025, William Marcilio juga tidak masuk dalam Daftar Susunan Pemain (DSP) Arema FC.
Absennya Marcilio ini memunculkan pertanyaan besar dari pendukung setia Singo Edan, yang selama ini mengenalnya sebagai salah satu pemain terbaik di putaran pertama Liga 1. William Marcilio, yang sebelumnya menunjukkan performa impresif di musim ini, mendadak kehilangan tempatnya dalam susunan pemain.
Terutama setelah Arema FC bermain imbang 2-2 melawan PSIS Semarang, banyak yang bertanya-tanya tentang alasan absennya Marcilio di dua pertandingan berturut-turut. Kabar yang beredar mengungkapkan bahwa Marcilio sedang terlibat dalam perseteruan dengan pelatih Ze Gomes dan rekan setimnya, Pablo Oliveira, yang membuat posisinya semakin terpinggirkan.
Beberapa waktu lalu, Ali Rifki, mantan manajer Arema FC, mengungkapkan informasi mengejutkan melalui unggahan Instagram Story @Alirifki_87. Dalam unggahannya, Rifki membocorkan bahwa Marcilio memiliki masalah dengan sikapnya yang buruk, yang berujung pada konflik internal di tim.
Rifki menyatakan, “Sekalian ada yang tanya masalah William ini jawabannya (infonya seperti ini). William bad attitude dengan melawan pelatih dan merasa dirinya bintang juga memprovokasi pemain lain untuk melawan pelatih dan terlibat adu domba antara Lokolingoy dan Dalberto serta bertengkar dengan Pablo.”
Berdasarkan informasi yang didapatkan Rifki, Marcilio terlibat dalam beberapa masalah dengan pelatih dan pemain lainnya. Sikapnya yang dianggap merusak harmoni tim dan mengganggu kestabilan hubungan antar pemain diduga menjadi penyebab utama ia tidak lagi masuk dalam susunan pemain Arema FC.
Sikap William Marcilio yang tidak sejalan dengan pelatih Ze Gomes tentu menjadi hal yang cukup mengganggu di dalam sebuah tim sepak bola. Sebagai pelatih, Ze Gomes tentu menginginkan kedisiplinan dan kerjasama yang solid dari setiap pemainnya. Namun, adanya ketegangan antara keduanya, yang muncul akibat sikap Marcilio yang merasa dirinya lebih penting dari tim, membuat hubungan mereka semakin renggang.
Ketegangan ini pun berlanjut hingga ke ruang ganti, dengan beberapa pemain yang terlibat dalam perselisihan internal. Tak hanya dengan pelatih, William Marcilio juga terlibat dalam pertengkaran dengan salah satu rekannya, Pablo Oliveira. Hal ini semakin memperburuk suasana di Arema FC, mengingat sebuah tim sepak bola yang solid memerlukan kerjasama antara semua pemain.
Perselisihan yang terjadi antara Marcilio dan Oliveira semakin menambah ketegangan di dalam tim, yang berujung pada keputusan untuk tidak menyertakan Marcilio dalam dua pertandingan penting Arema FC. Dengan semakin tersisihnya William Marcilio dari skuad utama, masa depannya di Arema FC kini berada dalam tanda tanya besar. Absennya Marcilio di dua pertandingan berturut-turut menunjukkan bahwa pelatih Ze Gomes dan manajemen Arema FC mungkin akan memberikan sanksi lebih lanjut jika masalah internal ini tidak segera diselesaikan.
Kabar keretakan dalam internal Arema FC ini belum mendapatkan respon resmi dari manajemen klub, jika memang benar adanya perseteruan ke depannya, Marcilio harus memperbaiki sikap dan hubungan dengan pelatih serta pemain lain jika ingin kembali mendapat tempat di skuad utama. Namun, jika perselisihan ini tidak dapat diselesaikan dengan baik, bukan tidak mungkin Arema FC akan mempertimbangkan untuk mencari solusi lain, yang bisa saja termasuk pemutusan kontrak atau peminjaman Marcilio ke klub lain.
Tentu saja, hal ini tergantung pada perkembangan situasi internal tim dan bagaimana Marcilio berusaha untuk memperbaiki hubungannya dengan pelatih dan rekan setimnya. Meskipun tanpa William Marcilio, Arema FC tetap menunjukkan performa gemilang dengan mengalahkan PSS Sleman dengan skor 6-2 dan meraih hasil imbang 2-2 melawan PSIS Semarang.
Hal ini menunjukkan bahwa tim Singo Edan tetap memiliki kekuatan yang solid meski tanpa satu pemain bintang. Kemenangan dan hasil imbang tersebut juga mencerminkan bahwa kerjasama tim yang baik tetap menjadi kunci utama bagi keberhasilan Arema FC. Masa depan Marcilio di Arema FC kini tergantung pada bagaimana ia mampu menyelesaikan perselisihan ini dan kembali menunjukkan sikap profesional di masa depan.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
