Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 Februari 2025 | 16.04 WIB

Paul Munster Hadapi Laga Penentuan Nasib, Persebaya Surabaya Harus Menang saat Lawan Persib Bandung untuk Selamat dari Pemecatan

Paul Munster berusaha menikmati pertandingan dan membawa Persebaya Surabaya menang kontra Persib Bandung. (Media Persebaya) - Image

Paul Munster berusaha menikmati pertandingan dan membawa Persebaya Surabaya menang kontra Persib Bandung. (Media Persebaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya tengah berada di situasi paling sulit sepanjang Liga 1 Indonesia 2024/2025. Rentetan hasil buruk membuat posisi Paul Munster sebagai pelatih menjadi sorotan utama. Green Force baru saja menelan kekalahan menyakitkan 0-2 dari Dewa United di Stadion Pakansari pada pekan ke-24. Akibat hasil tersebut, Persebaya Surabaya harus rela turun ke peringkat ketiga klasemen sementara dengan perolehan 41 poin.

Kekalahan ini menambah panjang daftar hasil buruk yang dialami Persebaya Surabaya dalam putaran kedua Liga 1 musim ini. Tak heran, Bonek dan Bonita mulai gerah dan mendesak manajemen untuk segera mengambil tindakan tegas.

Manajemen Persebaya Surabaya sebelumnya memang sudah berjanji akan melakukan evaluasi terhadap kinerja Paul Munster. Hasil dari dua laga melawan PSBS Biak dan Dewa United disebut-sebut menjadi penentu nasib sang pelatih.

Pada matchday ke-22, Persebaya Surabaya kembali menelan kekalahan 1-2 dari Persis Solo di Stadion Manahan. Kekalahan tersebut menjadi bagian dari tren buruk yang menghantui Persebaya Surabaya, di mana mereka hanya meraih satu poin dalam enam pertandingan terakhir.

Selama periode tersebut, Persebaya Surabaya kalah lima kali melawan Bali United, PSS Sleman, Malut United, Barito Putera, dan Persis Solo. Satu-satunya poin didapat dari hasil imbang 1-1 melawan Persita Tangerang di Gelora Bung Tomo.

Direktur Operasional Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi, mengungkapkan manajemen akan mengevaluasi posisi Paul Munster dalam dua laga berikutnya. Pertandingan melawan PSBS Biak dan Dewa United menjadi laga penentu masa depan Munster di Persebaya Surabaya.

”Dengan hasil di Solo ini, dan memperhatikan permainan Persebaya sejak memasuki putaran kedua, manajemen Persebaya akan menentukan posisi Coach Paul Munster dalam dua pertandingan ke depan, melawan PSBS Biak dan Dewa United,” katas Candra Wahyudi, direktur operasional Persebaya Surabaya.

Persebaya Surabaya sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan saat berhasil menang melawan PSBS Biak di pekan ke-23. Namun, kekalahan dari Dewa United di pekan ke-24 kembali menempatkan Munster dalam posisi terancam.

Usai kekalahan tersebut, Candra Wahyudi menegaskan laga melawan Persib Bandung pada 1 Maret 2025 akan menjadi kesempatan terakhir Paul Munster. Manajemen memberi target menang, dan jika gagal, laga itu akan menjadi pertandingan terakhir Munster bersama Persebaya Surabaya.

”Manajemen Persebaya telah memanggil Coach Paul Munster untuk mendiskusikan situasi terkini, termasuk evaluasi dua pertandingan terakhir melawan PSBS dan Dewa United. Hasilnya, manajemen memberi kesempatan kepada Coach Munster untuk membuktikan pada pertandingan melawan Persib Bandung pada 1 Maret nanti. Ini kesempatan terakhir, Targetnya adalah menang. Jika tidak, ini akan menjadi pertandingan terakhir Coach Munster,” Candra Wahyudi, Direktur Operasional Persebaya Surabaya, Minggu (23/2/2025).

Tekanan besar kini berada di pundak Paul Munster. Tuntutan tinggi dari manajemen dan desakan suporter membuat laga melawan Persib menjadi momen penentuan.

Di media sosial, respons Bonek pun semakin ramai menuntut janji manajemen Persebaya Surabaya. Banyak yang mempertanyakan mengapa Munster masih diberi kesempatan meski hasil buruk terus berlanjut.

“Katanya nasib PM ditentukan setelah lawan Dewa, kok masih lanjut?” tulis salah satu Bonek. “Manajemen tidur kah?” komentar Bonek lainnya.

Paul Munster akhirnya buka suara menjelang laga krusial melawan Persib Bandung. Saat ditanya soal perasaannya, pelatih asal Irlandia Utara itu memberikan jawaban singkat namun penuh makna.

“Enjoy, ketika menang,” ujar Munster pada Minggu (23/2/2025) ketika ditemui wartawan. Pernyataan itu menunjukkan ketegangan sekaligus tekad sang pelatih menghadapi laga hidup mati.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore