
Jakarta International Stadium salah satu stadion dengan fasilitas terlengkap di Indonesia. (Instagram/jakintstadium)
JawaPos.com- Jakarta International Stadium (JIS) telah resmi menjadi markas Persija Jakarta setelah Persija dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai pengelola Jakarta International Stadium (JIS), secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU). Rencananya, JIS tidak hanya digunakan untuk event sepak bola, tetapi juga siap digunakan untuk berbagai event internasional.
Terletak di kawasan Olahraga Terpadu seluas 23 hektar di Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, stadion ini memiliki kapasitas 82.000 penonton dan dibangun dengan mengacu pada standar FIFA. Penandatanganan MoU ini menandai Jakarta International Stadium sebagai Home of Persija. Acara tersebut berlangsung di Hotel Morrissey, Jakarta, dan menandai awal dari kolaborasi strategis yang akan memperkuat keberadaan Persija di Jakarta.
Persija Jakarta musim ini hanya memainkan empat laga kandang di JIS, kesusahan mendapatkan izin dan bertabrakan dengan jadwal konser yang bertempat di JIS menjadi penyebabnya. Jakpro telah menjanjikan prioritas untuk Persija Jakarta dapat menggunakan JIS sebagai stadion kandang mereka.
Melalui MoU ini, Persija dan Jakpro tidak hanya akan berfokus pada pengelolaan stadion, tetapi juga akan bekerja sama dalam pengembangan ekosistem komersial yang menguntungkan kedua belah pihak. Hal ini mencakup peningkatan branding JIS sebagai rumah bagi Persija, pengembangan merchandise, sponsorship, dan berbagai aktivitas yang bisa mengangkat nilai komersial stadion.
Dengan dukungan penuh dari Jakpro, Persija berencana untuk menjalankan berbagai aktivitas yang tidak hanya melibatkan pemain dan pelatih, tetapi juga suporter dan komunitas sepak bola di Jakarta. Diharapkan, JIS tidak hanya menjadi tempat pertandingan sepak bola, tetapi juga pusat kegiatan yang menginspirasi generasi muda dan menciptakan atmosfer sepak bola yang hidup.
Proyek JIS yang menelan biaya sebesar Rp 4,5 triliun ini dikerjakan selama 36 bulan dengan menggunakan pola Design & Build (D&B). Stadion yang merupakan yang terbesar di Indonesia ini dirancang dengan konsep modern dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas canggih.
Berikut merupakan keunggulan dan berbagai fasilitas yang dimiliki Jakarta International Stadium:
Fasilitas Modern JIS
Jakarta International Stadium (JIS) memiliki sejumlah fitur unggulan yang menjadikannya sebagai stadion kelas dunia. Salah satunya adalah atap retractable (buka-tutup), yang memungkinkan stadion ini digunakan sepanjang hari, baik dalam cuaca panas maupun hujan. Dengan teknologi rack and pinion, atap ini dapat dibuka dan ditutup secara otomatis, menjadikan JIS sebagai stadion terbesar di Asia yang memiliki fitur tersebut, bahkan mengalahkan Stadion Nasional Singapura.
JIS juga memiliki jogging track unik yang terletak di atap stadion pada ketinggian 72 meter, memberikan pengunjung kesempatan untuk berolahraga sambil menikmati pemandangan kota Jakarta. Jalur joging ini memiliki lebar tiga meter dan telah diuji untuk memastikan standar keamanannya.
Desain Stadion Terinspirasi Budaya Lokal
Desain JIS mengusung konsep modern yang menggabungkan elemen budaya lokal. Facade perforated stadion ini dihiasi dengan lubang-lubang yang membentuk pola harimau, yang juga terinspirasi dari ornamen gigi balang khas Betawi. Desain ini menggambarkan semangat budaya Jakarta dan menjadi daya tarik visual yang kuat.
Ramah Disabilitas
JIS juga memberikan perhatian besar bagi penyandang disabilitas. Stadion ini menyediakan 200 tempat duduk khusus di tribun penonton untuk penyandang disabilitas. Selain itu, aksesibilitas juga ditingkatkan dengan pintu utama yang dapat diakses melalui jembatan, bukan tangga, di zona barat stadion, memastikan kenyamanan bagi semua pengunjung.
Penghargaan Yang Didapatkan

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
