Witan Sulaeman jadi pemain kunci di lini depan Timnas Indonesia yang siap berjuang habis-habisan saat hadapi Bahrain. (Instagram/@witansulaiman_)
JawaPos.com - Direktur Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, menanggapi situasi Witan Sulaeman dalam skuad Macan Kemayoran besutan Carlos Pena. Dia memahami jika keadaan sekarang bisa merugikan pemainnya untuk dipanggil Timnas Indonesia lagi.
Liga 1 Indonesia 2024/2025 tampaknya bukan musim yang baik untuk seorang Witan Sulaeman. Hingga pekan ke-23, pemain berusia 23 tahun itu kesulitan mendapatkan kesempatan bermain yang banyak di Persija Jakarta.
Bagaimana tidak, Witan tercatat hanya tampil sebanyak tujuh kali sebagai starter. Padahal, dia dimainkan 20 kali, yang berarti 13 sisanya tampil dari bangku cadangan.
Bahkan, dalam pertandingan terakhir saat Persija menjamu Persib di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, akhir pekan lalu, dia cuma duduk di bench. Witan tak dapat semenit pun kesempatan untuk bermain.
Bukan cuma itu, kontribusi Witan juga masih sangat minim. Belum ada satupun gol yang dicetak olehnya dan Witan hanya menyumbang empat asisst. Catatan ini tentunya jauh dari ekspektasi yang diharapkan.
Mohamad Prapanca selaku bos Persija berpendapat minimnya kesempatan Witan bermain karena sang winger sendiri belum berhasil mencuri perhatian Carlos Pena.
"Waktu latihan biasanya para pemain berusaha untuk semaksimal mungkin memberikan kondisi terbaik agar bisa masuk line-up," kata Prapanca di Jakarta, Kamis (20/2).
"Kalau dari sisi Persija mungkin coach (Carlos Pena) belum melihat Witan maksimal untuk permainan laga siapa melawan siap," tambahnya.
Situasi Witan Sulaeman bersama Persija Jakarta tentu memberikan dampak yang cukup besar terhadap nasibnya di Timnas Indonesia. Saat era Shin Tae-yong, dia terus dipanggil meski minim bermain.
Tapi, dengan kehadiran Patrick Kluivert sebagai pelatih baru Timnas Indonesia, semuanya seolah mulai dari 0. Posisi Witan Sulaeman bisa jadi terancam karena Patrick Kluivert pernah mengatakan bahwa pemain yang tidak memiliki menit bermain cukup di klub, akan sulit untuk menjaga match fitness yang optimal.
Terkait ini, Prapanca memahami situasi Witan Sulaeman. Dia tak akan heran jika nantinya pemainnya tak dapat panggilan tim nasional. "Nah, kalau dengan timnas, saya rasa dengan banyak naturalisasi jadi mungkin statistik (pemain lain) terlihat ada yang menurun karena masuk naturalisasi baru atau ada pemain muda," katanya.
"Nah, seandainya si pemain enggak bisa menjaga performanya, statistiknya turun. Mungkin itu nanti salah satunya kalau Witan enggak dipanggil. Mungkin. kalau cedera sih Witan tidak ada," jelas Prapanca.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
