
Andik Vermansah. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com – Persiraja Banda Aceh kembali gagal mendapatkan tiket promosi ke Liga 1 Indonesia musim depan. Fakta itu tak lepas dari kegagalan Laskar Rencong menjalani babak kualifikasi mendapatkan tiket promosi dari Liga 2 Indonesia.
Tergabung di Grup X, Persiraja bersaing dengan PSIM Yogyakarta, PSPS Pekanbaru, dan Deltras Sidoarjo. Setelah menjalani lima laga, Persiraja dinyatakan gagal setelah menempati posisi ketiga dengan torehan enam poin.
Mereka kalah bersaing dengan PSIM di posisi puncak (12 poin), dan PSPS selaku runner-up dengan sembilan poin. Meski masih menyisakan satu pertandingan, tapi laga itu tak lagi menentukan bagi Laskar Rencong maupun Deltras sebagai juru kunci Grup X. Pertandingan itu hanya berlaku bagi PSIM maupun PSPS untuk menentukan siapa yang bakal keluar sebagai juara grup.
Fakta itu yang membuat pemain Persiraja, Andik Vermansah, meluapkan unek-uneknya lewat insta story miliknya. “Jadi pemain bola pro 2008 sampai sekarang, main bola kayak jadi wayang @pt_lib @pssi @erickthohir Liga Bobrok,” tulisnya.
Puncak kekesalan sang kapten Persiraja itu mencuat ketika Persiraja tumbang 1-0 dari tuan rumah PSPS di Stadion Kaharuddin Nasution pada 11 Februari 2025. Mereka merasa dikerjai perangkat pertandingan (wasit Amri Nurhadi). Kekalahan itu pula yang membuat perjuangan Laskar Rencong akhirnya terhenti dalam upaya mendapatkan tiket promosi ke Liga 1 musim depan.
Hasil ini tentu saja mengecewakan bagi Persiraja yang membidik lolos ke Liga 1 2025/2026, terlebih mereka sempat gagal melakukannya musim lalu. Mereka harus mengakui keunggulan PSBS Biak, Semen Padang, dan Malut United untuk lolos ke Liga 1.
Imbasnya, ada laporan tindakan kurang terpuji, yakni rusaknya locker room di Stadion Kaharuddin Nasution, khususnya locker room yang diperuntukkan bagi tim tamu (Persiraja). Mereka dianggap telah anarkis dengan melakukan perusakan toilet hingga bagian pintu selepas pertandingan.
Sementara netizen menimpali keluhan mantan pemain Timnas Indonesia dengan beragam pendapat. Ada yang mendukung maupun menyesali aksi mantan pemain Persebaya Surabaya tersebut.
“Masih ada mafia bola kah?” ujar @nan***
“ET hanya fokus di timnas dan terlalu mengabaikan liga,” tulis @toh***
“Kejadian kemarin laga antara Psps vs Persiraja, Persiraja banyak dirugikan oleh wasit,” ungkap @muc***
“Gak kaget kok!” ujar @ger***
“Semua ada skenario dan ada dalangnya, itulah wayang,” timpal @tri***
“Mungkin dia kecewa gagal ke liga 1,” cetus @api***
“Ada settingan kah liga 2…ancen dagelan, tetep dagelan,” lanjut @cat***

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
