Pemain Timnas Sepak Bola Indonesia Rafael Struick dalam laga Grup C Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (15/11/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Penyerang Timnas Indonesia Rafael Struick mengaku mengalami gegar budaya setelah dinaturalisasi dan menjadi bagian dari skuad Garuda. Popularitasnya di Indonesia meningkat pesat. Hal ini membuatnya merasa asing dengan perhatian yang begitu besar dari publik.
"Saya dikenali setiap saat. Itu benar-benar aneh. Tapi untuk saat ini, saya menikmatinya," ujar Struick dalam wawancara dengan media Belanda, AD.
Struick, yang lahir di Leidschendam, Belanda, resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada Mei 2023. Saat itu, ia masih bermain di ADO Den Haag, klub kasta kedua Liga Belanda. Meskipun masih berusia 20 tahun, pelatih Timnas Indonesia saat itu, Shin Tae-yong, langsung mempercayainya sebagai starter dalam laga prestisius melawan Argentina di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 19 Juni 2023.
Sejak pertandingan tersebut, Struick menjadi idola baru bagi pecinta sepak bola Indonesia, termasuk di kalangan penggemar wanita. Akun Instagram-nya mengalami lonjakan jumlah pengikut dari ribuan menjadi 4,6 juta. Popularitasnya yang melonjak drastis membuatnya sulit menjalani kehidupan normal saat berada di Indonesia.
Ia juga menyadari betapa besarnya fanatisme sepak bola di Indonesia. "Di Indonesia ada hampir 300 juta penduduk, dan tujuh dari sepuluh orang menonton sepak bola. Jadi, Anda memiliki banyak penggemar sepak bola," tambahnya.
Setelah menikmati sorotan sebagai bintang baru Timnas Indonesia, Rafael Struick kini menghadapi tantangan berat dalam karier klubnya. Demi mendapatkan lebih banyak menit bermain, ia meninggalkan ADO Den Haag dan bergabung dengan Brisbane Roar, klub kasta tertinggi Australia yang dimiliki oleh Bakrie Group, pada akhir 2024.
Namun, keputusan tersebut belum membuahkan hasil seperti yang diharapkannya. Berdasarkan data Transfermarkt, sejak bergabung pada September 2024, Struick baru tampil sembilan kali untuk Brisbane Roar. Bahkan, dalam empat pertandingan terakhir, namanya tidak masuk dalam starting XI dan hanya duduk di bangku cadangan.
Situasi ini menjadi peringatan bagi Rafael Struick. Jika terus berada di posisi cadangan di level klub, bukan tidak mungkin ia juga akan kehilangan tempatnya di Timnas Indonesia, terutama setelah kehadiran pelatih baru, Patrick Kluivert.
Kini, tantangan besar menanti Struick. Mampukah ia kembali ke performa terbaiknya dan mengamankan tempat di klub serta Timnas Indonesia? Jawabannya akan sangat bergantung pada bagaimana ia menghadapi situasi sulit ini dalam beberapa bulan ke depan.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
