Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Februari 2025 | 01.46 WIB

Striker Timnas Rafael Struick Alami Star Syndrome, Mengaku Nikmati Popularitas di Indonesia Meski Jadi Cadangan di Brisbane Roar

Pemain Timnas Sepak Bola Indonesia Rafael Struick dalam laga Grup C Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (15/11/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Penyerang Timnas Indonesia Rafael Struick mengaku mengalami gegar budaya setelah dinaturalisasi dan menjadi bagian dari skuad Garuda. Popularitasnya di Indonesia meningkat pesat. Hal ini membuatnya merasa asing dengan perhatian yang begitu besar dari publik.

"Saya dikenali setiap saat. Itu benar-benar aneh. Tapi untuk saat ini, saya menikmatinya," ujar Struick dalam wawancara dengan media Belanda, AD.

Struick, yang lahir di Leidschendam, Belanda, resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada Mei 2023. Saat itu, ia masih bermain di ADO Den Haag, klub kasta kedua Liga Belanda. Meskipun masih berusia 20 tahun, pelatih Timnas Indonesia saat itu, Shin Tae-yong, langsung mempercayainya sebagai starter dalam laga prestisius melawan Argentina di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 19 Juni 2023.

Sejak pertandingan tersebut, Struick menjadi idola baru bagi pecinta sepak bola Indonesia, termasuk di kalangan penggemar wanita. Akun Instagram-nya mengalami lonjakan jumlah pengikut dari ribuan menjadi 4,6 juta. Popularitasnya yang melonjak drastis membuatnya sulit menjalani kehidupan normal saat berada di Indonesia.

Ia juga menyadari betapa besarnya fanatisme sepak bola di Indonesia. "Di Indonesia ada hampir 300 juta penduduk, dan tujuh dari sepuluh orang menonton sepak bola. Jadi, Anda memiliki banyak penggemar sepak bola," tambahnya.

Setelah menikmati sorotan sebagai bintang baru Timnas Indonesia, Rafael Struick kini menghadapi tantangan berat dalam karier klubnya. Demi mendapatkan lebih banyak menit bermain, ia meninggalkan ADO Den Haag dan bergabung dengan Brisbane Roar, klub kasta tertinggi Australia yang dimiliki oleh Bakrie Group, pada akhir 2024.

Namun, keputusan tersebut belum membuahkan hasil seperti yang diharapkannya. Berdasarkan data Transfermarkt, sejak bergabung pada September 2024, Struick baru tampil sembilan kali untuk Brisbane Roar. Bahkan, dalam empat pertandingan terakhir, namanya tidak masuk dalam starting XI dan hanya duduk di bangku cadangan.

Situasi ini menjadi peringatan bagi Rafael Struick. Jika terus berada di posisi cadangan di level klub, bukan tidak mungkin ia juga akan kehilangan tempatnya di Timnas Indonesia, terutama setelah kehadiran pelatih baru, Patrick Kluivert.

Kini, tantangan besar menanti Struick. Mampukah ia kembali ke performa terbaiknya dan mengamankan tempat di klub serta Timnas Indonesia? Jawabannya akan sangat bergantung pada bagaimana ia menghadapi situasi sulit ini dalam beberapa bulan ke depan.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore