Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Februari 2025 | 19.30 WIB

Bukti Buruknya Penyerang Persebaya di Putaran Kedua Liga 1, Jumlah Skor Tergerus, Selisih Gol Minus, Paling Rendah di 4 Besar!

Penyerang Persebaya, Dejan Tumbas (kiri) berlatih bersama rekan-rekan setimnya di Stadion Gelora 10 Nopember kemarin (11/2) sebagai persiapan menjamu PSBS Biak. (Media Persebaya) - Image

Penyerang Persebaya, Dejan Tumbas (kiri) berlatih bersama rekan-rekan setimnya di Stadion Gelora 10 Nopember kemarin (11/2) sebagai persiapan menjamu PSBS Biak. (Media Persebaya)

JawaPos.com - Performa Persebaya Surabaya di awal putaran kedua Liga 1 musim ini mendapat sorotan tajam lantaran mengalami kemerosotan tajam. Mereka belum pernah menang sama sekali.

Dalam enam pertandingan terakhir, Persebaya kalah lima kali dan sekali meraih hasil imbang. Raihan tersebut membuat posisi mereka juga tergeser dalam persaingan meraih gelar juara.

Persebaya kini merosot ke posisi empat karena ditikung oleh Dewa United dan Persija yang kini justru berlomba-lomba mengejar Persib di puncak klasemen Liga 1.

Bruno Moreira dkk sementara ini mengoleksi 38 poin, selisih satu poin dengan posisi tiga, Persija, dan dua poin dari Dewa United di posisi runner-up, dan 11 poin dengan pemuncak klasemen, Persib Bandung.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah performa jajaran penyerang mulai dari lapangan tengah hingga depan yang produktivitasnya menurun drastis.

Bahkan dibandingkan dengan tiga tim di atasnya, Persebaya memiliki jumlah gol paling rendah jika dihitung dalam enam pertandingan terakhir atau selama periode tanpa kemenangan yang dideriti Green Force.

Mengutip dari Sofascore, jumlah gol Persebaya dalam enam pertandingan terakhir hanya tiga, tanpa ada gol yang dicetak dari situasi open play alias hanya dari bola mati.

Dua gol tercipta dari tendangan penalti oleh Bruno Moreira dan Francisco Rivera, serta sisanya berupa gol bunuh diri dari situasi tendangan sudut saat menghadapi Persita.

Jumlah gol tersebut sangat timpang dengan tiga pesaingnya di empat besar. Dewa United merupakan yang paling subur. Mereka mencetak 14 gol dalam enam laga terakhir.

Hebatnya lagi, seluruh gol diciptakan oleh lini serang mereka, yaitu 13 gol dibuat oleh striker mereka yaitu Alex Martins dan Septian Bagaskara, sedangkan sisanya dari pemain sayap Ricky Kambuaya.

Lalu diikuti dengan Persija yang mencetak 12 gol dalam enam laga terakhir. Tujuh gol dicetak oleh striker, empat gol dari gelandang, dan satu gol lainnya dari own goal lawan. 

Sebanyak 11 gol merupakan sumbangan dari striker dan pemain tengah antara lain Marco Simic, Matsumura, Gustavo Almeida, hingga pemain muda Rayhan Hannan.

Sementara itu, pemuncak klasemen Persib Bandung tidak menghasilkan gol sebanyak Persija dan Dewa United. Namun pertahanan mereka begitu solid. 

Maung Bandung hanya mencetak tujuh gol dari enam pertandingan terakhir. Mereka rata-rata hanya menang 1-0 atau dengan margin satu gol. Hal ini juga menunjukkan bahwa Persib bermain efektif.

Dari tujuh gol itu, lima gol dibuat oleh penyerang, dan dua gol dicetak oleh pemain di sektor pertahanan. Sedangkan pencetak gol yang mendominasi adalah Tyronne Del Pino.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore