Striker Dewa United, Septian Bagaskara, masuk dalam daftar top skor striker lokal di Liga 1 Indonesia musim ini. (Instagram Septian Bagaskara)
JawaPos.com - Top skor Liga 1 Indonesia semakin sengit hingga pekan ke-22 putaran kedua ini. Calon top skor pemain asing maupun lokal saling bersaing memperebutkan nama mereka di daftar puncak.
Di pekan ke-22 Liga 1 musim ini, pemuncak gol terbanyak masih dihuni oleh penggawa Brasil. Alex Martins memuncaki pencetak gol terbanyak dengan 17 gol, lalu disusul striker satu negara dengannya Gustavo Almeida dengan 14 gol.
Sementara pemain lokal turut andil mencetak banyak gol. Beberapa nama mencatatkan skor dan bersaing dengan pemain asing lainnya. Tercatat 5 pemain lokal masuk pada tabel atas Liga 1.
Terbaru dari pekan ini adalah gol dari winger Bali United, yaitu Irfan Jaya, di mana gol indahnya membawa kemenangan untuk Bali United atas PSS Sleman. Lalu, striker lokal lain yaitu Ramadhan Sananta kembali bertaji usai absen tiga laga atas hukuman yang dijalani.
Persaingan top skor pemain lokal masih dipimpin oleh playmaker Dewa United, Egy Maulana Vikri, yang telah membukukan 9 gol. Dari 21 kali penampilan, gelandang Timnas Indonesia ini pernah mencetak hattrick saat menghadapi Semen Padang.
Gol terakhir Egy Maulana tercipta pada pekan ke-15, saat menggilas Persita 0-4. Bukan tidak mungkin dirinya akan kembali mendapat panggilan dari pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert.
Di posisi kedua dihuni rekan setim Egy, yaitu Septian Bagaskara, yang menorehkan 7 gol. Sebanyak 5 dari 7 gol tersebut ia cetak saat bermain di babak kedua atau sebagai supersub. Sama seperti Egy Maulana, dirinya juga mencatatkan 21 kali penampilan.
Pada urutan ketiga dihuni pemain Bali United, Muhammad Rahmat, mengisi jajaran daftar pencetak gol pemain lokal dengan 6 gol. Rahmat menjadi winger yang cukup produktif dalam mengemas gol. Tercatat, penyerang lokal hanya Septian Bagaskara yang masuk daftar top skor.
Lalu, urutan kelima dihuni oleh dua pemain, yaitu Irfan Jaya dan Yakob Sayuri. Gol yang dipersembahkan oleh Irfan Jaya saat menghadapi PSS mencatatkan dirinya masuk tabel top skor dengan 5 gol. Dengan 5 gol yang diperoleh Irfan Jaya sekaligus menyamai winger Malut United, Yakob Sayuri, dengan koleksi sama.
Tercatat 4 dari 5 top skor pemain lokal dihuni empat pemain berposisi sebagai sayap. Hal itu disebabkan tingginya jumlah pemain asing sektor depan, bahkan sejumlah 10 tim menggunakan dua hingga tiga penyerang asing di klub, yang membuat peluang striker lokal kecil dalam mencetak gol.
Septian Bagaskara satu-satunya penyerang paling subur dengan 7 gol. Ramadhan Sananta sendiri baru mencetak 4 gol dan mungkin bisa mengejar jika tetap konsisten.
Ketajaman striker lokal ini dapat menjadi tolok ukur Patrick Kluivert untuk membawanya ke skuad Merah Putih, terlebih Indonesia sangat membutuhkan tambahan striker. Fakta itu tak lepas dari striker diaspora Rafael Struick kurang mendapat menit bermain dalam empat laga terakhir Brisbane Roar di Liga Australia.
Daftar pencetak gol pemain lokal Liga 1 Indonesia, bersumber dari Transfermarkt
9 Gol
Egy Maulana

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
