Pemain Persebaya Malik Risaldi (kanan) tumbang 1-2 dari Persis Solo. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali menelan kekalahan di Liga 1 Indonesia 2024-2025 setelah tumbang 1-2 dari Persis Solo. Kekalahan ini semakin memperpanjang catatan buruk Green Force yang kini gagal menang dalam enam pertandingan beruntun.
Bertandang ke Stadion Manahan Solo pada Jumat (7/2/2025), Persebaya Surabaya harus mengakui keunggulan tim juru kunci. Gol kemenangan Persis Solo dicetak oleh Moussa Sidibe dan Ramadhan Sananta, sementara Persebaya Surabaya hanya bisa membalas lewat penalti Francisco Rivera.
Hasil ini membuat Persebaya Surabaya tetap tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara dengan 38 poin dari 22 laga. Green Force gagal mendekati Persija Jakarta di posisi kedua dan semakin tertinggal dari Persib Bandung di puncak klasemen.
Persija Jakarta saat ini mengoleksi 39 poin dari 21 pertandingan, unggul satu angka dari Persebaya Surabaya. Sementara Persib Bandung masih kukuh di puncak dengan 46 poin dari 21 laga, membuat jarak Persebaya Surabaya semakin sulit terkejar.
Jalannya pertandingan di Solo berlangsung panas dan menegangkan sejak menit awal. Kedua tim bermain agresif, namun Persebaya Surabaya harus kehilangan Gilson Costa yang dikartu merah pada menit ke-53.
Tak lama setelah kartu merah tersebut, Persis Solo langsung memanfaatkan situasi dengan mencetak gol pembuka. Moussa Sidibe menjebol gawang Persebaya Surabaya di menit ke-58 setelah mendapatkan umpan matang di kotak penalti.
Persebaya Surabaya mencoba bangkit dan akhirnya mendapatkan peluang emas di menit ke-74. Malik Risaldi dijatuhkan kiper Persis, Muhammad Riyandi, di dalam kotak penalti dan wasit menunjuk titik putih.
Francisco Rivera yang menjadi eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangan kerasnya ke pojok kiri gawang mengecoh Riyandi dan membuat skor kembali imbang 1-1.
Namun, kemenangan tetap berpihak pada tim tuan rumah setelah Ramadhan Sananta mencetak gol dramatis di menit ke-93. Sepakan melengkungnya dari luar kotak penalti tak mampu dihentikan kiper Persebaya Surabaya dan mengunci kemenangan untuk Persis Solo.
Hasil ini membuat Persebaya Surabaya hanya meraih satu poin dari enam laga terakhir. Tim asuhan Paul Munster benar-benar dalam kondisi sulit karena gagal meraih kemenangan sejak awal tahun 2025.
Dalam enam pertandingan terakhir, Persebaya Surabaya hanya sekali bermain imbang dan lima kali kalah. Satu-satunya poin yang didapat Green Force adalah saat menahan Persita Tangerang 1-1.
Selain itu, dalam periode buruk ini, Persebaya Surabaya juga menelan kekalahan telak 0-3 dari Barito Putera. Dua kekalahan beruntun dari Barito dan Persis semakin membuat Munster frustrasi.
Munster pun angkat bicara soal performa buruk anak asuhnya. Ia mengaku bingung dengan penampilan Persebaya Surabaya yang tidak sesuai ekspektasi dan banyaknya kartu kuning yang didapat.
“Kita sudah berusaha bermain dengan baik malam ini, tapi banyak pemain yang tidak sesuai standar. Saya tidak paham apa yang terjadi dengan mereka,” ujar Munster dalam konferensi pers usai pertandingan.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
