Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Februari 2025 | 23.49 WIB

Kisah Unik Aji Santoso: Legenda Persebaya Surabaya yang Juga Raja Kicau Mania, Burung Peliharaannya Pernah Laku Rp 50 Juta!

Aji Santoso kini tengah berjuang bersama PSPS Pekanbaru untuk lolos ke Liga 1 musim depan. (Media PSPS Pekanbaru) - Image

Aji Santoso kini tengah berjuang bersama PSPS Pekanbaru untuk lolos ke Liga 1 musim depan. (Media PSPS Pekanbaru)

JawaPos.com — Aji Santoso dikenal sebagai legenda hidup Persebaya Surabaya. Namun, di luar lapangan hijau, ia juga memiliki hobi unik yang jarang diketahui publik.

Saat masih menukangi Persebaya Surabaya pada 2020, Aji Santoso menikmati waktu luangnya dengan merawat burung kicauan. Hobi ini semakin ia tekuni saat pandemi COVID-19 yang mengharuskannya lebih banyak beraktivitas di rumah.

"Dari siang sampai sore saya biasa duduk santai di rumah sambil mendengarkan kicau burung," aku coach Aji Santoso kala itu dikutip dari laman Persebaya Surabaya.

Setiap hari, ia duduk santai sembari mendengarkan kicauan burung koleksinya. Baginya, ini menjadi cara terbaik untuk mengisi waktu dan melepas penat setelah menjalani rutinitas sebagai pelatih sepak bola.

Aji Santoso mulai menggeluti dunia burung sejak masih aktif bermain sepak bola. Kini, koleksinya sudah tak terhitung jumlahnya dengan berbagai jenis burung berkualitas tinggi.

Kala itu ia memiliki empat ekor burung murai batu yang dikenal dengan suara merdunya. Tak hanya itu, ia juga mengoleksi burung cucak cungkok dari Tiongkok, burung sikatan londo dari Eropa, burung cililin, dan beberapa burung kenari.

"Saya punya empat burung murai batu. Burung cucak cungkok ada tiga ekor, ini asli dari Tiongkok. Burung sikatan londo yang dari Eropa pun saya punya satu ekor. Burung cililin ada dua ekor. Serta beberapa burung kenari," sebut pemilik Aji Santoso International Football Academy (ASIFA) tersebut.

Sebagai penggemar berat burung kicauan, ia tak hanya sekadar mengoleksi. Aji Santoso bahkan sempat menjalankan bisnis peternakan burung murai dengan memiliki 21 kandang khusus.

"Sekarang hanya tinggal beberapa pasang saja. Sebab saya sendiri fokus 100 persen ke sepak bola. Saya khawatir tak bisa konsentrasi ke burung. Jadi untuk sementara ini tak lagi jadi peternak, hanya pehobi," sebut mantan pelatih tim Jawa Timur (Jatim) di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008 itu.

Dalam menjalankan bisnis ini, ia juga mempekerjakan beberapa orang untuk merawat burung-burungnya. Namun, seiring kesibukannya sebagai pelatih sepak bola, ia memutuskan untuk berhenti beternak dan hanya menjadi pehobi.

Meski tak lagi menjadi peternak, kecintaannya terhadap burung kicauan tetap besar. Ia sering berburu burung berkualitas di pasar burung atau mendapat rekomendasi dari koleganya.

Menurutnya, hobi ini memiliki filosofi yang mirip dengan pekerjaannya sebagai pelatih sepak bola. Ia merasa ada kepuasan tersendiri ketika bisa menemukan bibit unggul, baik itu pemain sepak bola maupun burung kicauan.

Ia selalu mencari burung yang memiliki bakat dari suara kicauannya. Jika seekor burung sudah rajin berkicau sejak masih anakan, itu pertanda burung tersebut bisa menjadi juara di masa depan.

"Ketika saya menemukan pemain muda bakat dan belum punya pengalaman, itu membuat saya senang. Saya merasa puas ketika mereka menjadi pemain top," ujar coach Aji.

"Sama dengan memelihara burung. Menjadi kepuasan tersendiri ketika menemukan burung yang berbakat bagus, dan bisa menjadikannya burung berkualitas. Ini sama seperti filosofi saya sebagai pelatih," imbuh mantan pelatih tim nasional Indonesia U-23 tersebut.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore