
Aji Santoso kini tengah berjuang bersama PSPS Pekanbaru untuk lolos ke Liga 1 musim depan. (Media PSPS Pekanbaru)
JawaPos.com — Aji Santoso dikenal sebagai legenda hidup Persebaya Surabaya. Namun, di luar lapangan hijau, ia juga memiliki hobi unik yang jarang diketahui publik.
Saat masih menukangi Persebaya Surabaya pada 2020, Aji Santoso menikmati waktu luangnya dengan merawat burung kicauan. Hobi ini semakin ia tekuni saat pandemi COVID-19 yang mengharuskannya lebih banyak beraktivitas di rumah.
"Dari siang sampai sore saya biasa duduk santai di rumah sambil mendengarkan kicau burung," aku coach Aji Santoso kala itu dikutip dari laman Persebaya Surabaya.
Setiap hari, ia duduk santai sembari mendengarkan kicauan burung koleksinya. Baginya, ini menjadi cara terbaik untuk mengisi waktu dan melepas penat setelah menjalani rutinitas sebagai pelatih sepak bola.
Aji Santoso mulai menggeluti dunia burung sejak masih aktif bermain sepak bola. Kini, koleksinya sudah tak terhitung jumlahnya dengan berbagai jenis burung berkualitas tinggi.
Kala itu ia memiliki empat ekor burung murai batu yang dikenal dengan suara merdunya. Tak hanya itu, ia juga mengoleksi burung cucak cungkok dari Tiongkok, burung sikatan londo dari Eropa, burung cililin, dan beberapa burung kenari.
"Saya punya empat burung murai batu. Burung cucak cungkok ada tiga ekor, ini asli dari Tiongkok. Burung sikatan londo yang dari Eropa pun saya punya satu ekor. Burung cililin ada dua ekor. Serta beberapa burung kenari," sebut pemilik Aji Santoso International Football Academy (ASIFA) tersebut.
Sebagai penggemar berat burung kicauan, ia tak hanya sekadar mengoleksi. Aji Santoso bahkan sempat menjalankan bisnis peternakan burung murai dengan memiliki 21 kandang khusus.
"Sekarang hanya tinggal beberapa pasang saja. Sebab saya sendiri fokus 100 persen ke sepak bola. Saya khawatir tak bisa konsentrasi ke burung. Jadi untuk sementara ini tak lagi jadi peternak, hanya pehobi," sebut mantan pelatih tim Jawa Timur (Jatim) di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008 itu.
Dalam menjalankan bisnis ini, ia juga mempekerjakan beberapa orang untuk merawat burung-burungnya. Namun, seiring kesibukannya sebagai pelatih sepak bola, ia memutuskan untuk berhenti beternak dan hanya menjadi pehobi.
Meski tak lagi menjadi peternak, kecintaannya terhadap burung kicauan tetap besar. Ia sering berburu burung berkualitas di pasar burung atau mendapat rekomendasi dari koleganya.
Menurutnya, hobi ini memiliki filosofi yang mirip dengan pekerjaannya sebagai pelatih sepak bola. Ia merasa ada kepuasan tersendiri ketika bisa menemukan bibit unggul, baik itu pemain sepak bola maupun burung kicauan.
Ia selalu mencari burung yang memiliki bakat dari suara kicauannya. Jika seekor burung sudah rajin berkicau sejak masih anakan, itu pertanda burung tersebut bisa menjadi juara di masa depan.
"Ketika saya menemukan pemain muda bakat dan belum punya pengalaman, itu membuat saya senang. Saya merasa puas ketika mereka menjadi pemain top," ujar coach Aji.
"Sama dengan memelihara burung. Menjadi kepuasan tersendiri ketika menemukan burung yang berbakat bagus, dan bisa menjadikannya burung berkualitas. Ini sama seperti filosofi saya sebagai pelatih," imbuh mantan pelatih tim nasional Indonesia U-23 tersebut.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
