Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Februari 2025 | 14.06 WIB

Mengulas Strategi Persib Bandung Bangun Fondasi Tim dan Hubungan Penunjukan Robert Rene Albert, Luis Milla Sampai Bojan Hodak Sebagai Pelatih

Coach Bojan Hodak Saat mengawasi anak asuhnya di Persib Bandung sebelum menghadapi PSM Makassar di Liga 1 (Dok. Persib Bandung)

JawaPos.com- Saat ini, Bobotoh mungkin mengakui bahwa Bojan Hodak merupakan salah satu pelatih terbaik yang pernah dimiliki Persib Bandung.

Bagaimana tidak Hodak telah membawa Persib menjuarai Liga 1 2023/2024 musim lalu. Saat ini anak asuhnya masih memiliki kesempatan untuk back to back champion Liga 1 2024/2025 musim ini.

Musim ini saja Bojan Hodak berhasil memberikan konsistensi kemenangan kepada anak asuhnya. Persib musim ini hanya kalah satu kali melawan Dewa United pada, Jumat (17/1) lalu.

Namun hal tersebut tidak bisa dilepaskan dari peran dan kontribusi dua pelatih terdahulu sebelum Hodak memimpin Persib. Yakni Robert Rene Albert dan Luis Milla.

Melansir dari Instagram @jadwal.maung.bandung, peran manajemen maung Bandung benar-benar terlihat saat memilih ketiga sosok tersebut untuk melatih Persib. 

Bahkan bisa dikatakan pemilihan Robert Rene Albert, kemudian ke Luis Milla sampai Bojan Hodak merupakan keputusan yang matang dan sudah direncanakan oleh Manajemen Persib Bandung.

“Jika ditarik garis tengah, semua seperti berhubungan dan sudah direncanakan. Ada peran besar manajemen Persib yang mungkin kita tidak ketahui. Ini sebenarnya memang tugas seorang Dirtek di sebuah tim yang melakukan perekrutan pelatih disesuaikan dengan filosofi timnya,” tulis Instagram @jadwal.maung.bandung, Minggu (2/2).

Bisa dikatakan pada era ke pelatihan Robert Rene Albert yang bermain dengan formasi (4-4-2). Persib dibangun dan disetting untuk bermain dengan gaya main yang cenderung pragmatis. 

Lain lagi pada Era Luis Milla yang bermain dengan formasi (3-4-3). Pelatih asal Spanyol itu mengubah gaya permainan tim yang dibangun oleh pelatih sebelumnya menjadi permainan yang lebih cepat dengan mengandalkan ball possesion.

Terbaru pada era Bojan Hodak saat ini yang bermain dengan formasi (4-2-3-1 atau 4-4-3). Persib lebih diarahkan dengan gaya yang permainan adaptif, menyesuaikan dengan pemain yang ada pada saat itu atau tergantung seperti apa tim yang dihadapi. 

Terkadang bisa bermain dengan pragmatis ala Robert Rene Albert, atau bisa juga bermain menyerang dengan ball possesion ala Luis Milla.

Setidaknya ada tiga strategi manajemen Persib Bandung untuk untuk membangun timnya. Sampai menjadi salah satu tim kuat di Indonesia saat ini.

Pertama, mengontrak pemain dengan jangka panjang minimal 2 tahun. Kedua, tambal sulam pemain sewajarnya atas kebutuhan pelatih. Ketiga, mengontrak pelatih baru selepas ditinggal mundur Luis Milla dengan pelatih yang dibutuhkan menyesuaikan dengan materi pemain-pemain yang sudah ada dan dibangun oleh pelatih-pelatih sebelumnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore