
Marc Klok saat bertanding membela Timnas Indonesia.
JawaPos.com - Penggawa Persib Bandung, Marc Klok, mengatakan bahwa dirinya memiliki banyak kenangan manis bersama Shin Tae-yong (STY) ketika berada di Timnas Indonesia. Meskipun, hubungan mereka mengalami ketegangan baru-baru ini.
Sebelumnya, hubungan Marc Klok dengan STY jadi sorotan. Sebab, dalam wawancara kepada ESPN Belanda, pemain Timnas Indonesia ini mengakui pernah punya argumen dengan sang pelatih dan membuatnya tidak pernah dipanggil lagi.
Dalam wawancaranya di kanal YouTube The Haye Way, Klok hadir sebagai narasumber. Selain Klok, gelandang Timnas Indonesia lainnya, Thom Haye, juga turut serta dalam acara tersebut.
Pada kesempatan itu, kapten Persib itu menjawab pertanyaan dari Thom Haye soal momen paling berkesan baginya ketika diasuh oleh STY di Timnas Indonesia.
"Momen terbaik? Saya rasa momen terbaik adalah ketika kami berada di Kuwait dan saya mencetak gol penalti dan kami tahu kami akan lolos ke babak berikutnya dan masuk ke Piala Asia," kata Marc Klok.
Klok tampil memesona dan menjadi salah satu aktor di balik kemenangan Timnas Indonesia atas Kuwait saat keduanya bentrok pada pertandingan perdana Grup A Kualifikasi Piala Asia 2023.
Pada laga itu, Pasukan Garuda menang tipis 2-1 di Stadion Internasional Jaber Al-Ahmad. Dwigol Indonesia dicetak oleh eks pemain PSM Makassar lewat tendangan penalti pada menit ke-44 dan Rachmat Irianto tiga menit berselang.
"Saya rasa itu adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan. Anda tahu, dia [STY] sangat bahagia," sambung Klok.
Kemenangan atas Kuwait menjadi sangat penting karena pada akhirnya tim asuhan STY melaju ke babak 16 besar Piala Asia 2023 dan itu merupakan sejarah.
"Saya rasa itu adalah tekanan yang besar bagi semua orang dan kami menulis sejarah. Jadi, saya rasa itu adalah sesuatu yang sangat kami nikmati bersama," ujar Marc Klok.
Kemudian, pemain berusia 31 tahun itu kembali mengklarifikasi bahwa dirinya tidak bermaksud buruk kepada STY. Ia juga menyatakan kalau ucapannya telah diungkapkan di konteks yang sebenarnya.
"Saya tidak pernah bermaksud buruk ketika saya mengatakan sesuatu. Namun, saya pikir ketika kita mengatakan sesuatu dalam bahasa Belanda, ketika Anda langsung menerjemahkannya ke bahasa lain, mungkin maknanya bisa berbeda," ujar Klok.
"Saya pikir dalam bahasa Belanda, kita berbicara dengan cukup bebas."
Namun, Klok sekali lagi memberikan penjelasan bahwa kalau dirinya tak bermaksud seperti itu. Dia membantah dengan tegas tidak mengecap STY sebagai seorang diktator.
"Tidak benar. Saya pikir cara saya mengatakannya adalah, dia sedikit lebih tegas daripada mungkin pelatih baru. Dan dia sedikit lebih seperti tipe yang berada di atas kelompok daripada di dalam kelompok," ujarnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
