Indra Sjafri mendampingi Timnas U-20 Indonesia. (Media PSSI)
JawaPos.com – Timnas Indonesia kembali menelan kekalahan saat bermain di laga uji coba melawan Suriah U-20 pada turnamen mini yang diselenggarakan di Sidoarjo, Senin (27/1) malam kemarin.
Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Suriah sebagai salah satu kontestan Piala Asia U-20 nanti dengan skor 0-2 di hadapan pendukung sendiri.
Kekalahan ini menjadi pil pahit kedua sebagai laga persiapan untuk melakoni Piala Asia yang diikuti 16 kontestan tangguh mulai dari Asia Timur, Tenggara, Tengah dan Barat.
Kekalahan Indonesia saat menghadapi Suriah U-20 tentu cukup mengecewakan bagi penggemar timnas. Meskipun hanya sebatas laga uji coba, turnamen ini adalah langkah persiapan yang harus dimaksimalkan.
Dikutip dari web PSSI, Indra Sjafri selaku pelatih kepala mengambil pelajaran berharga usai takluk dari Yordania dan Suriah.
"Dua laga melawan Yordania dan Suriah ini sangat bermanfaat bagi timnas U-20. Semua pemain saya pikir bermain bagus. Tapi ada kekurangan memang secara grup, serta taktikal kami dan dua gol lawan akhirnya terjadi. Nanti hal itu yang akan kami perbaiki," ucap Indra Sjafri.
Ia memberikan kredit kepada para pemainnya bahwa Indonesia bermain baik meskipun kalah. Kekalahan itu akan dijadikan bahan evaluasi jelang laga penutupan melawan India.
Sebelumnya Indra Sjafri mengatakan bahwa akan melakukan rotasi pemain menghadapi Suriah. Beberapa pemain yang tampil melawan Yordania diganti untuk memberikan opsi dan mematangkan semua pemain.
Beberapa nama itu seperti Welber Jardim yang bermain bagus saat melawan Yordania digantikan oleh Alfharezzi Buffon. Kemudian Iqbal Gwijangge turut dirotasi yang digantikan oleh Zidan Lestaluhu.
Lini depan juga mengalami pergantian seperti masuknya Arkhan Kaka dengan berduet dengan Muhammad Ragil. Namun, mereka belum mampu memecah kebuntuan Timnas Indonesia U-20.
"Kami memang tidak punya keinginan bermain tertutup atau bertahan, tapi kami coba bermain lebih ofensif. Saya pikir tadi memang Suriah bermain dengan cepat. Dari bertahan ke menyerang transisinya cepat. Dari menyerang ke bertahan juga cepat," tambahnya.
Kukuhnya pertahanan Suriah memang perlu diakui. Mereka bermain disiplin dengan transisi positif ke negatif yang baik. Hal tersebut membuat Garuda Muda cukup kesulitan dalam menyerang. Sekalipun mendapat bola, Suriah akan langsung melakukan serangan balik yang membuat Timnas U-20 Indonesia kedodoran.
"Tentu banyak pembelajaran yang kita dapatkan dari pertandingan ini. Dan sekali lagi yang paling pertama kami tahu kualitas apa nanti yang akan kami hadapi di Piala Asia U-20," tutup Indra Sjafri.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
