
Paul Munster harus mengakui rekor buruk barunya bersama Persebaya Surabaya di Liga 1 musim ini. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya tengah berada dalam sorotan tajam usai menelan empat kekalahan beruntun di Liga 1 Indonesia 2024/2025. Kekalahan ini menghapus julukan ‘Penting Menang’ yang sempat melekat pada sang pelatih, Paul Munster.
Bonek, pendukung setia Persebaya Surabaya, kini mulai mengganti sebutan tersebut menjadi ‘Pelatih Medioker’. Kritik deras bermunculan di media sosial usai Persebaya Surabaya gagal meraih satu pun poin dari empat pertandingan terakhir.
Kekalahan pertama terjadi saat Persebaya Surabaya takluk 0-2 dari Bali United. Kekalahan ini dianggap sebagai awal dari runtuhnya mentalitas tim yang sebelumnya berada di jalur juara.
Selanjutnya, Green Force kembali dipermalukan PSS Sleman dengan skor 1-3. Laga tersebut menjadi titik balik yang menunjukkan lemahnya lini pertahanan Persebaya Surabaya.
Situasi semakin memburuk ketika Persebaya Surabaya dihajar Malut United dengan skor 0-2. Meski bermain dengan komposisi pemain terbaik, tak ada perubahan signifikan dari taktik Paul Munster.
Puncak keterpurukan terjadi saat Persebaya Surabaya dipermalukan Barito Putera 0-3. Kekalahan ini mencatatkan rekor baru sebagai empat kekalahan beruntun pertama Persebaya Surabaya sejak 2018.
Bonek pun melampiaskan kekecewaan mereka melalui berbagai komentar tajam di media sosial. Banyak dari mereka menyebut Paul Munster sebagai PM dengan arti baru yang bernada sindiran.
“PM = Permainanmu Monoton,” tulis salah satu Bonek di kolom komentar. Sebutan ini mengacu pada gaya bermain Persebaya Surabaya yang dianggap membosankan dan tidak efektif.
“PM = Pelatih Mutung,” ungkap Bonek lainnya, merujuk pada sikap Munster yang dianggap terlalu cepat menyerah dalam membangun mental tim. Komentar-komentar tersebut kini ramai menghiasi lini masa media sosial Persebaya Surabaya.
Paul Munster sebelumnya dijuluki ‘Penting Menang’ oleh para Bonek karena keberhasilannya membawa Persebaya Surabaya tampil konsisten di awal musim. Hingga pekan kelima, Persebaya Surabaya belum terkalahkan dan berhasil mengoleksi 13 poin.
Namun, konsistensi tersebut kini hilang setelah serangkaian hasil buruk menimpa Green Force. Persebaya Surabaya bahkan turun drastis di papan klasemen Liga 1 akibat kehilangan 12 poin berharga.
Statistik dari Stats Rawon menunjukkan ini adalah periode terburuk dalam karier Munster bersama Persebaya Surabaya. Sebelumnya, ia hanya pernah mencatat tiga kekalahan beruntun pada musim 2023/2024.
Sejarah menunjukkan pelatih-pelatih sebelumnya juga pernah mengalami tren buruk. Namun, tidak ada yang mencapai empat kekalahan beruntun dalam satu putaran seperti yang dialami Munster.
Pada musim 2018, Alfredo Vera dan Djajang Nurjaman masing-masing mencatat dua hingga tiga kekalahan beruntun. Sementara itu, Aji Santoso sempat mencatat tren serupa pada musim 2021/2022 hingga 2023/2024.
Namun, empat kekalahan berturut-turut di bawah asuhan Munster kini mencatatkan sejarah baru yang tidak diinginkan. Para Bonek pun mulai kehilangan kepercayaan terhadap kemampuan sang pelatih.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
