Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 Januari 2025 | 17.04 WIB

Kisah Cristian Carrasco, Patenkan Selebrasi Topeng Spiderman saat di Persebaya Surabaya, Langsung Bawa Green Force Juara Liga!

Cristian Carrasco (bertopeng) saat mencetak gol bersama Persebaya. (JawaPos.com)

JawaPos.com - Sepak bola Liga Indonesia di era pertengahan 2000-an dikejutkan dengan penampilan nyentrik seorang pemain Persebaya Surabaya yang selalu memakai topeng Spiderman setiap kali mencetak gol.

Dia adalah Cristian Carrasco, pemain asal Chile yang berposisi sebagai penyerang dan sukses masuk dalam jajaran top skor hampir di setiap musim kompetisi.

Carrasco sendiri memang mengaku suka dengan Spiderman. Itulah mengapa ia ingin dikenal luas sebagai fans superhero Marvel tersebut lewat selebrasi golnya.

"Aku memang suka Spiderman. Dan selebrasi dengan topeng Spiderman itu mulai aku lakukan saat di Persebaya tahun 2004. Saat itu aku ngobrol-ngobrol sama orang tuaku, terus dia bilang 'kamu harus punya selebrasi khas setelah mencetak gol'. Terus karena aku suka Spiderman, kenapa nggak aku coba aja selebrasi pakai topeng Spiderman," ungkap Carrasco seperti dikutip dari podcast pada akun YouTube Bicara Bola by Akmal.

Ia pertama kali selebrasi dengan topeng Spiderman saat bermain untuk Persebaya. Hal itu membuatnya lebih dikenal luas di jagat persepakbolaan Indonesia.

"Aku pertama kali selebrasi dengan topeng Spiderman saat aku cetak gol lawan Deltras Sidoarjo untuk Persebaya. Setelah itu, aku selalu selebrasi pakai topeng itu dan jadi ciri khas aku," imbuhnya.

Ia mengaku punya banyak topeng Spiderman dan sampai rela memesan langsung dari Chile hingga ratusan topeng untuk dikirim ke Surabaya.

"Aku punya ratusan topeng Spiderman ini. Setiap tahun aku selalu minta dikirimi banyak langsung dari Chile. Jadi setiap pertandingan kandang pertama aku selalu mutar stadion dan aku lempar-lemparkan topeng Spiderman ke penonton, jadi mereka ini punya banyak topeng dari aku," kenangnya.

Sebagai seorang yang lahir di negara sepak bola, Carrasco pun juga ingin menjadi pemain sepak bola. Apalagi background keluarganya adalah keluarga pesepak bola.

"Aku memilih jalan hidup sebagai pemain sepak bola karena keluarga saya banyak yang main bola juga, mulai ayah, lalu kakak, mereka semua pemain profesional. Jadi sejak usia 4 atau 5 tahun aku sudah masuk klub sepak bola Audax Italiano," tuturnya.

Setelah dari Audax, ia kemudian naik level senior saat main untuk klub Union Espinola. Dari Union, ia kemudian ditawari bermain di Indonesia. Carrasco sendiri awalnya tidak mengenal Indonesia kala itu, tapi ia tetap langsung menyanggupi tanpa perlu pikir panjang.

"Sebenarnya saat ditawari main di Indonesia, aku tidak tahu detail tentang negara ini, tapi aku tetap deal mau pindah tanpa perlu pikir panjang. Dan orang tuaku juga tidak mempermasalahkan main di sini meski mereka juga tidak tahu tentang Indonesia. Tapi bagi orang tuaku, yang penting aku harus keluar dari negaraku berasal jika memang serius di bidang sepak bola," ujarnya.

Klub pertamanya di Indonesia adalah Deltras Sidoarjo. Namun, ia belum sampai bermain di laga resmi. Ia kemudian ditawari kontrak tetapi ia menolaknya.

"Pertama kali di Indonesia saya sempat main untuk Deltras Sidoarjo tapi belum di laga resmi, hanya di turnamen pra musim Piala Gubernur kalau nggak salah. Lalu saat aku ditawari kontrak, aku nggak mau karena ada klausul kalau aku lebih banyak jadi pemain cadangan," kenangnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore