Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Januari 2025 | 17.07 WIB

Jacksen F Tiago Bongkar Rahasia Mentalitas Haus Gol Striker Persebaya Surabaya, Patut Ditiru oleh Bruno Moreira

Jacksen F. Tiago jadi salah satu pemain legendaris Persebaya Surabaya yang namanya abadi di hati Bonek. (Instagram @jt_jacksen_f_tiago_coach) - Image

Jacksen F. Tiago jadi salah satu pemain legendaris Persebaya Surabaya yang namanya abadi di hati Bonek. (Instagram @jt_jacksen_f_tiago_coach)

JawaPos.com — Pada 28 Juli 1997, sejarah manis tercipta untuk Persebaya Surabaya. Tim berjuluk Green Force itu berhasil menjuarai Liga Indonesia musim 1996/1997 dengan kemenangan gemilang 3-1 atas Bandung Raya.

Keberhasilan ini tak lepas dari kontribusi besar para pemain bertabur bintang yang mengisi skuad Persebaya Surabaya. Nama-nama seperti Khairil Anwar, Uston Nawawi, dan kapten Aji Santoso menjadi tulang punggung tim yang begitu tangguh kala itu.

Tidak hanya itu, keberadaan pemain asing seperti Carlos de Mello dan Jacksen F. Tiago menambah kekuatan Persebaya Surabaya. Kombinasi apik pemain lokal dan asing membuat Green Force menjadi tim yang ditakuti lawan.

Pelatih legendaris almarhum Rusdy Bahalwan menjadi sosok di balik kesuksesan ini. Di bawah komandonya, Persebaya Surabaya tampil disiplin dan penuh determinasi sepanjang musim. Namun, perjalanan menuju gelar juara tidaklah mudah bagi Jacksen F. Tiago dan rekan-rekannya. Pada pertandingan final, Persebaya Surabaya sempat kesulitan mencetak gol di babak pertama.

Jacksen mengenang momen tersebut sebagai salah satu pertandingan paling sengit yang pernah ia jalani. “Pertandingan yang berjalan normal. Kami tahu bahwa laga akan berjalan sengit. Buktinya tidak ada gol di babak pertama,” kenang Jacksen.

Persebaya Surabaya akhirnya memecah kebuntuan di babak kedua berkat gol penalti dari Aji Santoso. Gol tersebut tercipta pada menit ke-58, membuat suasana di Stadion Gelora Bung Karno semakin bergemuruh.

Setelah gol Aji, permainan Persebaya Surabaya semakin berkembang. Jacksen F. Tiago dan Reinald Pieters menambah keunggulan hingga skor berubah menjadi 3-0. Bandung Raya hanya mampu mencetak satu gol hiburan melalui kaki Budiman pada menit ke-84. Skor akhir 3-1 memastikan Persebaya Surabaya menjadi juara dengan penuh gaya.

Jacksen mengungkapkan kunci keberhasilan timnya adalah kesabaran dan fokus. “Kami cuma butuh satu kesempatan saja. Begitu kesempatan itu tiba, kami akan cetak gol,” tegasnya.

Menurut Jacksen, mentalitas sebagai striker harus dibangun dengan percaya diri yang tinggi. Ia percaya setiap peluang harus dianggap sebagai kesempatan emas yang tidak boleh terlewat. Kemenangan ini menjadi salah satu tonggak sejarah penting bagi Persebaya Surabaya. Gelar juara tersebut semakin memperkuat status mereka sebagai salah satu tim besar di Indonesia.

Mentalitas para pemain seperti Jacksen F. Tiago menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya. Keteguhan hati dan fokus yang tinggi menjadi pelajaran berharga bagi siapa pun yang ingin sukses. Hingga kini, nama Jacksen F. Tiago tetap dikenang oleh Bonek dan Bonita. Ia menjadi simbol striker haus gol yang tidak pernah menyerah dalam situasi apa pun.

Jacksen juga memberikan pesan kepada para pemain muda untuk selalu menjaga semangat bertanding. “Pesan saya kepada pemain, teruslah berusaha dan bekerja keras.”

Semangat juang yang diperlihatkan Jacksen dan rekan-rekannya pada musim 1996/1997 seolah menjadi DNA bagi Persebaya Surabaya. Tim ini selalu dikenal sebagai tim yang pantang menyerah di setiap pertandingan.

Bagi Jacksen, keberhasilan Persebaya Surabaya tidak hanya soal teknik atau taktik. Mentalitas dan kerja sama tim adalah faktor utama yang membawa mereka ke puncak.

Kini, meskipun sudah tidak lagi bermain, Jacksen tetap jadi bagian perkembangan sepak bola Indonesia. Ia kerap memberikan komentar dan masukan yang membangun bagi para pemain muda sebagai manajer akademi sepak bola Borneo FC. Jacksen tentu berharap Persebaya Surabaya bisa terus melahirkan striker-striker hebat di masa depan. Baginya, tradisi mencetak gol dan bermain menyerang harus terus dilestarikan.

Perjuangan Jacksen F. Tiago bersama Persebaya Surabaya di musim 1996/1997 akan selalu dikenang sebagai salah satu cerita terbaik dalam sejarah sepak bola Indonesia. Mentalitas baja yang ia tunjukkan menjadi inspirasi abadi bagi generasi berikutnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore