Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Januari 2025 | 02.36 WIB

Stadion Brawijaya Banjir Kritik, Pelatih PSS Sleman dan Persik Kediri Sebut Kondisi Lapangan Rugikan Kedua Tim

Potret kondisi lapangan Stadion Brawijaya saat Persik Kediri menjamu PSS Sleman. (@pssleman) - Image

Potret kondisi lapangan Stadion Brawijaya saat Persik Kediri menjamu PSS Sleman. (@pssleman)

JawaPos.com - Pertandingan antara Persik Kediri dan PSS Sleman di Stadion Brawijaya, Kediri, pada Minggu (19/1) menjadi sorotan tajam. Kondisi lapangan yang dianggap tidak layak untuk pertandingan Liga 1 akibat curah hujan tinggi mengakibatkan genangan air di lapangan. Hal ini memengaruhi kualitas permainan.

Kondisi ini memicu kritik dari kedua pelatih. Pelatih kepala PSS Sleman, Mazola Junior, dan pelatih Persik Kediri, Marcelo Rospide, menyatakan bahwa lapangan yang tidak memadai membuat strategi permainan sulit diterapkan. Genangan air serta permukaan yang licin menjadi penghambat bagi pemain untuk menampilkan performa terbaik.

Dilansir dari Radar Kediri, Mazola Junior menyampaikan kekecewaannya dalam sesi konferensi pers pasca pertandingan. Menurutnya, jika Liga Indonesia ingin menjadi yang terbaik di Asia Tenggara, maka kualitas fasilitas, termasuk lapangan, harus diperbaiki.

“Kami menghormati Persik Kediri sebagai tuan rumah. Namun, kondisi lapangan seperti ini tidak layak untuk pertandingan Liga 1. Permainan kami yang mengandalkan operan dari kaki ke kaki sulit berkembang,” tegas Mazola.

Kendati demikian, Mazola tetap memuji semangat juang anak asuhnya. Mereka berhasil mencuri satu poin dari laga ini. Dia menyadari penuh jika tidak mudah bermain di lapangan yang becek. Menurutnya, bisa mendapat satu poin adalah hal luar biasa.

Dari sisi tuan rumah, Marcelo Rospide juga mengeluhkan dampak buruk kondisi lapangan terhadap permainan timnya. Dominasi Persik di babak pertama, termasuk peluang dari Ezra Walian dan Riyatno Abiyoso, tidak dapat berlanjut di babak kedua.

“Kami menciptakan beberapa peluang untuk mencetak skor di babak pertama. Tetapi sayangnya di babak kedua lapangannya tidak bagus untuk kedua tim,” kata Marcelo Rospide.

Bahkan, situasi semakin sulit ketika Yusuf Meilana mendapat kartu merah pada menit ke-88. Persik harus bermain dengan sepuluh pemain.

Kedua pelatih sepakat bahwa kondisi lapangan menjadi penyebab utama pertandingan berlangsung kurang optimal. Selain membuat bola sulit mengalir, pemain juga sering terpeleset akibat permukaan yang licin. Genangan air yang terlihat jelas di siaran televisi menambah kesan buruk terhadap kualitas fasilitas stadion.

Hasil imbang ini menempatkan Persik Kediri di peringkat keempat klasemen sementara dengan 31 poin. Di sisi lain, PSS Sleman berhasil membawa pulang satu poin meskipun harus bertanding di bawah tekanan lapangan yang tidak mendukung.

Stadion Brawijaya, sebagai salah satu arena pertandingan Liga 1, kini menghadapi sorotan tajam. Kritik dari Mazola Junior dan Marcelo Rospide menjadi pengingat akan pentingnya peningkatan kualitas infrastruktur olahraga di Indonesia.

Jika ingin bersaing di level internasional, aspek seperti kualitas lapangan tidak boleh diabaikan. Kedua tim pun diharapkan dapat bangkit pada laga-laga selanjutnya. Persik bersiap menghadapi Malut United di Stadion Kie Raha. Sementara PSS Sleman akan menjamu tamunya Semen Padang, di Stadion Sultan Agung, Bantul.

*

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore