
Gilbert Agius PSI (Kiri), Ong Kim Swee pelatih Persis (kanan). (Instagram Gilbert Agius dan Media Persis Solo).
JawaPos.com - Liga 1 pekan ke-19 mempertemukan dua tim berasal dari Provinsi Jawa Tengah yang menjadi penutup matchday bertajuk derbi Jateng. PSIS Semarang akan menjadi tuan rumah pertandingan bergengsi menjamu tetangganya yaitu Persis Solo, Senin (20/1) malam.
Laga bergengsi ini akan diselenggarakan di Stadion Jatidiri Semarang yang baru digunakan PSIS sebanyak 3 kali untuk musim 2024/2025. Stadion berkapasitas 45.000 penonton diprediksi akan dipadati oleh para pendukung tuan rumah Snex Mania dan Panser Biru.
Baik Persis Solo maupun PSIS Semarang pada musim ini masih kesulitan meraih hasil maksimal. Keduanya lebih mendominasi klasemen bawah sejak awal musim.
PSIS sendiri baru mengoleksi 18 poin dengan perolehan 5 kemenangan, 3 seri dan 10 kekalahan. Hal ini membuat mereka cukup terseok-seok untuk memanjat tangga klasemen.
Persis Solo lebih parah. Dalam 18 pertandingan, skuad yang dihuni Karim Rossi dan kolega menjadi tim dengan poin paling sedikit dibanding kontestan Liga 1 lainnya. Persis baru mengoleksi 10 poin dan tiga pertandingan terakhirnya mengalami hasil minor.
Berikut adalah fakta menjelang pertandingan wilayah satu Provinsi Jawa Tengah yang mempertemukan PSIS Semarang melawan Persis Solo.
Minim Produktivitas Gol
Pertandingan derbi Jateng malam nanti menjadi pertarungan dua tim paling seret gol. Baik PSIS maupun Persis tidak banyak mencetak gol untuk timnya. PSIS tercatat baru memberikan 12 gol dan kebobolan sebanyak 20 gol yang bersarang.
PSIS baru mampu mencetak 12 gol melalui Evandro Brandao, Septian David Maulana, Riyan Ardiansyah, dan Tri Setiawan masing-masing 2 gol. Alfeandra Dewangga, Paulo Gali, Wildan Ramdhani mencetak 1 gol, satu gol sisanya adalah gol bunuh diri dari pemain Semen Padang.
Persis Solo adalah tim terparah dalam urusan mencetak gol. Karim Rossi dan kawan-kawan baru mencatatkan 10 gol saja dari 18 pertandingan musim ini.
Moussa Sidibe menjadi top skor timnya dengan 4 gol. Ia disusul Karim Rossi 2 gol, Sho Yamamoto, Ricardo Lima, Ramadan Sananta, dan Arkhan Kaka masing-masing 1 gol. Bahkan sang top skor juga masih dalam kondisi pemulihan cedera dan berlatih di tepi lapangan.
Minim gol PSIS tidak membuat timnya masuk zona degradasi. Meskipun kurang produktivitas dalam mencetak gol, Semarang memiliki keunggulan dalam jumlah kemenangan dibanding tim yang berada di bawahnya.
Persis Solo Unggul
Derbi Jawa Tengah ini telah berjalan sebanyak 5 kali di Liga 1 sejak promosinya Persis Solo ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada musim 2022/2023. Sebanyak
Persis Solo lebih unggul dibanding PSIS pada 5 kali head to head. Laskar Sambernyawa mengoleksi 2 seri, 2 kemenangan dan sekali kekalahan sejak mereka promosi ke Liga 1 Indonesia saat menghadapi Mahesa Jenar.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
