Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 Januari 2025 | 23.14 WIB

Antitesis Strategi Taktik Paul Munster di Persebaya Surabaya Ditemukan: Bikin Capek Lini Tengah, Lalu Pressing Area Flank!

Pemain asing Persebaya Surabaya Flavio Silva terjatuh pada pertandingan pekan ke-19 Liga 1 Indonesia melawan Malut United di Stadion GBT Surabaya, Jumat (17/1/2025). - Image

Pemain asing Persebaya Surabaya Flavio Silva terjatuh pada pertandingan pekan ke-19 Liga 1 Indonesia melawan Malut United di Stadion GBT Surabaya, Jumat (17/1/2025).

JawaPos.com — Malut United mencuri perhatian publik usai membungkam Persebaya Surabaya dengan skor 2-0 di Gelora Bung Tomo, Jumat (17/1/2025). Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Green Force yang mengalami tiga kekalahan beruntun dalam kompetisi Liga 1 Indonesia 2024/2025.

Laga ini sempat memberikan asa bagi Persebaya Surabaya di awal babak pertama. Namun, penalti Bruno Moreira di menit kelima gagal berbuah gol setelah bola hanya membentur tiang gawang.

Babak pertama sejatinya didominasi oleh Persebaya Surabaya dengan beberapa peluang emas. Sayangnya, penyelesaian akhir yang buruk membuat tim asuhan Paul Munster gagal mencetak gol.

Malut United yang tampil kurang greget di babak pertama, mampu bangkit dengan strategi matang di babak kedua. Perubahan formasi menjadi 3-4-3 oleh pelatih Imran Nahumarury membuahkan hasil maksimal.

Junior Brandao menjadi aktor penting dengan golnya pada menit ke-73. Gol bunuh diri Ardi Idrus di menit ke-82 semakin mengunci kemenangan Malut United.

Imran mengungkapkan taktiknya kali ini dirancang untuk menekan lini tengah Persebaya Surabaya. Penurunan stamina pemain Green Force dimanfaatkan dengan duel fisik dan tekanan di area flank.

"Saya memakai dua holding midfielder. Di babak kedua, saya coba ubah formasi menjadi 3-4-3. Itu sudah saya siapkan. Saya mencoba memaksimalkan Manahati Lestusen. Adriano yang biasanya di sayap juga saya tarik ke dalam," ujar Imran.

Perubahan taktik itu didukung oleh persiapan matang Malut United yang sudah tiba di Surabaya lima hari sebelum pertandingan. Kesempatan ini digunakan untuk mempelajari pola permainan Persebaya Surabaya sekaligus menyusun strategi antitesis.

"Kalau pemain Persebaya capek, kami berusaha memanfaatkan itu. Saya minta pemain untuk berlari dan berduel. Semua pemain sudah tampil sesuai dengan rencana yang saya buat," jelas pelatih berusia 46 tahun tersebut.

Hasilnya terlihat jelas, lini tengah Persebaya Surabaya dibuat kewalahan menghadapi intensitas permainan Malut United. Adriano, yang biasanya beroperasi di sayap, ditarik ke tengah untuk menambah kepadatan lini tengah.

Langkah ini terbukti efektif dalam membatasi kreativitas para gelandang Persebaya Surabaya. Gelandang Green Force seperti Mohammed Rashid tampak kesulitan mengalirkan bola ke lini depan.

Selain itu, pressing tinggi yang dilakukan di area flank berhasil memutus alur serangan dari Bruno Moreira. Strategi ini mengurangi ancaman dari sisi sayap yang menjadi kekuatan utama Persebaya Surabaya.

Paul Munster harus menerima kenyataan taktiknya kali ini kalah efektif. Gaya bermain Persebaya Surabaya yang mengandalkan penguasaan bola terbentur dengan pressing ketat lawan.

Kekalahan ini semakin menegaskan Persebaya Surabaya memiliki kelemahan dalam menghadapi tim yang bermain intensitas tinggi. Hal ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Munster untuk memperbaiki taktiknya di pertandingan selanjutnya.

Performa Malut United di babak kedua memang layak diacungi jempol. Meski tampil di bawah tekanan suporter tuan rumah, mereka mampu bermain tenang dan disiplin.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore